📂 Categoría: | 📅 Fecha: 1769990784
🔍 En este artículo:
Sederet peristiwa politik nasional mendominasi pemberitaan menjelang akhir Januari 2026. Sejumlah peristiwa yang menarik minat pembaca dan menjadi berita terpopuler, antara lain pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah tokoh oposisi, isi pertemuan Prabowo dengan opisisi, dan respons Prabowo soal kritikan publik atas bergabungnya Indonesia ke Dewan Perdamaian.
Prabowo Bertemu Tokoh Oposisi
Sejumlah tokoh oposisi menemui Presiden Prabowo Subianto di kediaman pribadinya di Jalan Kertanegara 4, Kebayoran Baru, pada Jumat malam, 30 Januari 2026.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan nama sebagian tokoh yang bertemu dengan kepala negara. Namun ia enggan menyebut mereka sebagai tokoh opisisi.
[–>
«Enggak ada yang oposisi. Itu kan tokoh-tokoh masyarakat juga yang Bapak Presiden terbuka untuk berdialog, menerima masukan,» kata Prasetyo di Wisma Danantara, Jakarta Selatan pada Sabtu, 31 Januari 2026.
Pada Jumat malam kemarin, kediaman Prabowo di Kertanegara dipenuhi tamu-tamu. Prasetyo menyebutkan dua nama tokoh yang ikut datang ke rumah peninggalan orang tua Ketua Umum Partai Gerindra tersebut. Salah satunya adalah peneliti politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Siti Zuhro.
[–>
«Di antaranya ada Profesor Siti Zuhro, ada diskusi mengenai masalah kepemiluan,» ucap Prasetyo.
Selain itu, Prasetyo juga menyebut nama satu orang lain yang juga berdiskusi dengan Prabowo pada Jumat malam. «Kemudian ada Pak Susno, berdiskusi masalah penegakan hukum,» kata politikus Partai Gerindra ini.
Prasetyo tidak mengungkapkan siapa Susno yang dia maksud ketika ditanya wartawan. Tempo masih berupaya mengkonfirmasi Prasetyo melalui pesan singkat soal apakah Susno yang dia sebut adalah mantan Kepala Bareskrim Kepolisian RI, Susno Duadji. Susno Duadji termasuk salah satu tokoh yang kerap mengomentari kebijakan pemerintah saat ini.
Di samping kedua tokoh itu, Prasetyo menyebut ada sejumlah nama lain yang juga datang. «Macam-macam di situ ada beberapa banyak,» ujar dia.
Di sisi lain, Prasetyo menyebut tidak ada tokoh dari partai politik yang datang ke rumah Prabowo semalam. «Enggak ada,» tutur mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat ini.
Sebelumnya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan Prabowo menemui tokoh-tokoh yang dianggap oposisi pemerintah pada Jumat, 30 Januari 2026. Sjafrie menyampaikan ini saat menjadi pembicara dalam acara retret Persatuan Wartawan Indonesia.
Menurut Sjafrie, pertemuan itu membahas ihwal bagaimana negara harus dikelola secara baik oleh semua pihak. «Tadi malam Bapak Presiden dan beberapa tokoh-tokoh nasional yang tanda kutip mengatakan oposisi,» ucap Sjafrie di Bogor, Jawa Barat, sebagaimana diberitakan Antara.
Artikel selengkapnya
Isi Pembicaraan Prabowo dengan Tokoh Oposisi
Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah tokoh yang dinilai sebagai oposisi pada Jumat, 30 Januari 2026. Salah satu yang diundang adalah eks Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Abraham Samad.
Abraham mengatakan para tokoh yang hadir tidak tepat dijuki oposisi. Sebab pertemuan itu justru dihadiri oleh sejumlah pakar di bidangnya. Beberapa di antaranya peneliti utama politik BRIN, Siti Zuhro; mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Said Didu; dan mantan Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal (Purn) Susno Duadji.
«Tidak tepat dibilang oposisi karena ada Siti Zuhro juga dari BRIN,» katanya saat dihubungi pada Ahad, 1 Februari 2026.
Dari pemerintah, kata Abraham, pertemuan dihadiri oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Pertemuan itu juga dihadiri Mayjen TNI (Purn) Zacky Anwar Makarim, mantan Kepala Badan Intelijen ABRI (BIA).
Pertemuan berlangsung selama 4 jam 30 menit, dari pukul 16.30 WIB hingga 21.00 WIB, di rumah Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta. Pertemuan diawali dengan paparan Prabowo mengenai berbagai program yang dilakukan pemerintah hingga upaya menyelamatkan kekayaan sumber daya alam.
«Lebih-kurang 40 menit Prabowo melakukan pemaparan,» katanya.
Perihal penyelamatan sumber daya alam, kata Abraham, Prabowo serius menghadapi oligarki. Prabowo mengklaim tidak takut kepada mereka meski berpotensi menyerang balik ekonomi Indonesia.
«Walau mereka pasti punya cara untuk menghadapi Prabowo. Misalnya, ingin menggoyang ekonomi Indonesia agar Indonesia jatuh dalam krisis,» katanya.
Abraham mengatakan Prabowo juga menyampaikan alasannya bergabung dengan Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Namun Abraham tidak mengingat alasan spesifik Prabowo memutuskan bergabung dengan Dewan Perdamaian itu.
Selain itu, Prabowo menyinggung soal reformasi kepolisian dan hasil pertemuan dalam Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss.
Presiden Prabowo Sebut Indonesia Bisa Keluar Dewan Perdamaian
Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia bisa memutuskan keluar dari anggota Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Keputusan itu akan dilakukan bila kerja Dewan Perdamaian lebih banyak mudaratnya untuk warga Gaza, Palestina.
Informasi itu disampaikan eks Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad yang mengikuti pertemuan tertutup dengan Prabowo di kediaman Prabowo, Kertanegara, Jakarta, Jumat, 30 Januari 2026. Pertemuan itu dihadiri sejumlah tokoh yang dianggap oposisi oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
«Prabowo bilang tidak usah terlalu khawatir. Karena kalau dalam perjalanannya ternyata lebih banyak mudaratnya untuk warga Palestina dan Gaza, kita bisa keluar,» ujar Abraham Samad menirukan Prabowo saat dihubungi, Ahad, 1 Februari 2026.
Dalam pertemuan di Kertanegara, Abraham mengatakan Prabowo menyampaikan alasan Indonesia bergabung dalam Dewan Perdamaian. Namun, Abraham tidak mengingat alasan spesifik Prabowo memutuskan bergabung dengan Dewan Perdamaian. Namun dia hanya ingat Prabowo berkata Indonesia bisa keluar bila Dewan Perdamaian itu lebih banyak mudaratnya untuk warga Gaza, Palestina.
Artikel selengkapnya
Sultan Abdurrahman, Ervana Trikarinaputri, dan Hendrik Yaputra berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Pilihan Editor: Respons Prabowo soal Usulan Polri di Bawah Kementerian
Sederet peristiwa politik nasional mendominasi pemberitaan menjelang akhir Januari 2026. Sejumlah peristiwa yang menarik minat pembaca dan menjadi berita terpopuler, antara lain pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah tokoh oposisi, isi pertemuan Prabowo dengan opisisi, dan respons Prabowo soal kritikan publik atas bergabungnya Indonesia ke Dewan Perdamaian.
Prabowo Bertemu Tokoh Oposisi
Sejumlah tokoh oposisi menemui Presiden Prabowo Subianto di kediaman pribadinya di Jalan Kertanegara 4, Kebayoran Baru, pada Jumat malam, 30 Januari 2026.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan nama sebagian tokoh yang bertemu dengan kepala negara. Namun ia enggan menyebut mereka sebagai tokoh opisisi.
[–>
«Enggak ada yang oposisi. Itu kan tokoh-tokoh masyarakat juga yang Bapak Presiden terbuka untuk berdialog, menerima masukan,» kata Prasetyo di Wisma Danantara, Jakarta Selatan pada Sabtu, 31 Januari 2026.
Pada Jumat malam kemarin, kediaman Prabowo di Kertanegara dipenuhi tamu-tamu. Prasetyo menyebutkan dua nama tokoh yang ikut datang ke rumah peninggalan orang tua Ketua Umum Partai Gerindra tersebut. Salah satunya adalah peneliti politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Siti Zuhro.
[–>
«Di antaranya ada Profesor Siti Zuhro, ada diskusi mengenai masalah kepemiluan,» ucap Prasetyo.
Selain itu, Prasetyo juga menyebut nama satu orang lain yang juga berdiskusi dengan Prabowo pada Jumat malam. «Kemudian ada Pak Susno, berdiskusi masalah penegakan hukum,» kata politikus Partai Gerindra ini.
Prasetyo tidak mengungkapkan siapa Susno yang dia maksud ketika ditanya wartawan. Tempo masih berupaya mengkonfirmasi Prasetyo melalui pesan singkat soal apakah Susno yang dia sebut adalah mantan Kepala Bareskrim Kepolisian RI, Susno Duadji. Susno Duadji termasuk salah satu tokoh yang kerap mengomentari kebijakan pemerintah saat ini.
Di samping kedua tokoh itu, Prasetyo menyebut ada sejumlah nama lain yang juga datang. «Macam-macam di situ ada beberapa banyak,» ujar dia.
Di sisi lain, Prasetyo menyebut tidak ada tokoh dari partai politik yang datang ke rumah Prabowo semalam. «Enggak ada,» tutur mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat ini.
Sebelumnya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan Prabowo menemui tokoh-tokoh yang dianggap oposisi pemerintah pada Jumat, 30 Januari 2026. Sjafrie menyampaikan ini saat menjadi pembicara dalam acara retret Persatuan Wartawan Indonesia.
Menurut Sjafrie, pertemuan itu membahas ihwal bagaimana negara harus dikelola secara baik oleh semua pihak. «Tadi malam Bapak Presiden dan beberapa tokoh-tokoh nasional yang tanda kutip mengatakan oposisi,» ucap Sjafrie di Bogor, Jawa Barat, sebagaimana diberitakan Antara.
Artikel selengkapnya
Isi Pembicaraan Prabowo dengan Tokoh Oposisi
Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah tokoh yang dinilai sebagai oposisi pada Jumat, 30 Januari 2026. Salah satu yang diundang adalah eks Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Abraham Samad.
Abraham mengatakan para tokoh yang hadir tidak tepat dijuki oposisi. Sebab pertemuan itu justru dihadiri oleh sejumlah pakar di bidangnya. Beberapa di antaranya peneliti utama politik BRIN, Siti Zuhro; mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Said Didu; dan mantan Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal (Purn) Susno Duadji.
«Tidak tepat dibilang oposisi karena ada Siti Zuhro juga dari BRIN,» katanya saat dihubungi pada Ahad, 1 Februari 2026.
Dari pemerintah, kata Abraham, pertemuan dihadiri oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Pertemuan itu juga dihadiri Mayjen TNI (Purn) Zacky Anwar Makarim, mantan Kepala Badan Intelijen ABRI (BIA).
Pertemuan berlangsung selama 4 jam 30 menit, dari pukul 16.30 WIB hingga 21.00 WIB, di rumah Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta. Pertemuan diawali dengan paparan Prabowo mengenai berbagai program yang dilakukan pemerintah hingga upaya menyelamatkan kekayaan sumber daya alam.
«Lebih-kurang 40 menit Prabowo melakukan pemaparan,» katanya.
Perihal penyelamatan sumber daya alam, kata Abraham, Prabowo serius menghadapi oligarki. Prabowo mengklaim tidak takut kepada mereka meski berpotensi menyerang balik ekonomi Indonesia.
«Walau mereka pasti punya cara untuk menghadapi Prabowo. Misalnya, ingin menggoyang ekonomi Indonesia agar Indonesia jatuh dalam krisis,» katanya.
Abraham mengatakan Prabowo juga menyampaikan alasannya bergabung dengan Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Namun Abraham tidak mengingat alasan spesifik Prabowo memutuskan bergabung dengan Dewan Perdamaian itu.
Selain itu, Prabowo menyinggung soal reformasi kepolisian dan hasil pertemuan dalam Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss.
Presiden Prabowo Sebut Indonesia Bisa Keluar Dewan Perdamaian
Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia bisa memutuskan keluar dari anggota Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Keputusan itu akan dilakukan bila kerja Dewan Perdamaian lebih banyak mudaratnya untuk warga Gaza, Palestina.
Informasi itu disampaikan eks Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad yang mengikuti pertemuan tertutup dengan Prabowo di kediaman Prabowo, Kertanegara, Jakarta, Jumat, 30 Januari 2026. Pertemuan itu dihadiri sejumlah tokoh yang dianggap oposisi oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
«Prabowo bilang tidak usah terlalu khawatir. Karena kalau dalam perjalanannya ternyata lebih banyak mudaratnya untuk warga Palestina dan Gaza, kita bisa keluar,» ujar Abraham Samad menirukan Prabowo saat dihubungi, Ahad, 1 Februari 2026.
Dalam pertemuan di Kertanegara, Abraham mengatakan Prabowo menyampaikan alasan Indonesia bergabung dalam Dewan Perdamaian. Namun, Abraham tidak mengingat alasan spesifik Prabowo memutuskan bergabung dengan Dewan Perdamaian. Namun dia hanya ingat Prabowo berkata Indonesia bisa keluar bila Dewan Perdamaian itu lebih banyak mudaratnya untuk warga Gaza, Palestina.
Artikel selengkapnya
Sultan Abdurrahman, Ervana Trikarinaputri, dan Hendrik Yaputra berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Pilihan Editor: Respons Prabowo soal Usulan Polri di Bawah Kementerian
💡 Puntos Clave
- Este artículo cubre aspectos importantes sobre
- Información verificada y traducida de fuente confiable
- Contenido actualizado y relevante para nuestra audiencia
📚 Información de la Fuente
| 📰 Publicación: | nasional.tempo.co |
| ✍️ Autor: | |
| 📅 Fecha Original: | 2026-02-01 23:53:00 |
| 🔗 Enlace: | Ver artículo original |
Nota de transparencia: Este artículo ha sido traducido y adaptado del inglés al español para facilitar su comprensión. El contenido se mantiene fiel a la fuente original, disponible en el enlace proporcionado arriba.
📬 ¿Te gustó este artículo?
Tu opinión es importante para nosotros. Comparte tus comentarios o suscríbete para recibir más contenido histórico de calidad.



