Estudiante de primaria de NTT se suicida, gobernador Melki: me da vergüenza

 |

📂 Categoría: | 📅 Fecha: 1770275130

🔍 En este artículo:

GUBERNUR Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena marah dan malu karena pejabat daerah tidak segera mengunjungi keluarga korban siswa sekolah dasar yang bunuh diri di Desa Nenowea, Kabupaten Ngada. 

[–>

Anak berusia 10 tahun berinisial YBR di Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, gantung diri di pohon cengkeh. Ia mengakhiri hidup karena putus asa tidak mampu membeli buku dan pena untuk sekolah. YBR bunuh diri pada Kamis, 29 Januari 2026, sekitar pukul 11.00 WITA.

[–>

Dalam unggahan video di akun Instagram resmi Melki, @melkilakalena.official, ia memperingatkan pejabat daerah agar tidak menganggap kejadian ini sepele. Ia juga mengingatkan agar kejadian ini terulang. Dalam video itu Melki terlihat memberi arahan dalam sebuah forum. 

Melki juga menyinggung Pemerintah Kabupaten Ngada yang tidak segera menyampaikan belasungkawa ke keluarga korban.  

[–>

“Tadi malam saya cek terakhir, belum ada Pemda Ngada datang mewakili pergi menyampaikan belasungkawa pada ini keluarga korban. Lihat juga source 1. Kan gila model begini! Enggak boleh begitu Pak Sekda, enggak boleh!” kata Melki dalam video yang diunggah pada Kamis, 5 Februari 2026.

Melki pun memerintahkan Pemkab Ngada untuk mengirim perwakilan resmi ke keluarga korban. “Kita gagal sebagai pemerintah. Malu saya sebagai Gubernur model begini. Kita gagal Pak Sekda. Turunkan orang, harus ke sana. Kuburannya tidak boleh pakai tanah, kuburkan dia dengan layak. Kita harus seperti Mother Teresa,” ujar Melki.

Melki mengatakan para pejabat daerah NTT harus meniru Mother Teresa yang mengangkat dan memberi pakaian mayat-mayat di pinggir jalan. Ia mendesak jajaran mengasihi jenazah anak SD itu sebagaimana yang dilakukan Mother Teresa. “Jangan lagi ada model-model begini kejadian,” katanya. 

Melki juga kesal karena Program Keluarga Harapan (PKH) Dinas Sosial seolah tidak berguna. Ia marah uang triliunan rupiah mengalir ke NTT, tetapi masih ada yang meninggal karena masalah ini. 

“Enggak boleh Pak Sekda, ini enggak boleh. Ini cukup, ini yang terakhir,” kata Melki dalam video tersebut. 

Melki pun memerintahkan pemerintah daerah untuk memfungsikan kembali perangkat sosial berjenjang sampai ke tingkat RT dan RW. Ia memerintahkan perangkat daerah wajib membantu apabila ada warga yang miskin dan kesusahan. 

“Kalau ada yang miskin susah, kita urus! Uang ada kok, walaupun terbatas, uang kita ada. Uang kita masih ada untuk kasih makan orang, hanya sekadar beli buku tulis dan bolpoin, yang penting kita baku tahu kita baku bantu,” ujar Melki. 

Tempo telah mengirim pesan ke nomor WhatsApp Melki untuk mengkonfirmasi apakah keluarga korban mendapat bantuan sosial sebelumnya. Lihat juga source 1. Namun hingga berita ini ditulis Melki belum merespons. 

YBR, seorang anak kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, mengakhiri hidup dengan meninggalkan sepucuk surat. Surat itu ditujukan kepada ibunya yang berinisial MGT, 47 tahun. Surat tersebut berisi pesan perpisahan korban kepada ibunya.

Korban yang berusia 10 tahun diketahui tinggal bersama neneknya. Sementara ibunya adalah orang tua tunggal yang bekerja sebagai petani dan serabutan. Ibu korban mengurusi lima anak, termasuk korban 

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT Komisaris Besar Henry Novika Chandra mengatakan, jenazah bocah berumur 10 tahun itu ditemukan di kebun milik neneknya. «korban sudah dalam keadaan tergantung pada salah satu dahan pohon (cengkeh),» kata Henry kepada Tempo, Rabu, 4 Februari 2026. 

Henry bercerita, korban awalnya dibangunkan oleh ibunya untuk bersekolah pada pagi hari sekitar pukul 7.30 WITA. Bocah tersebut sempat menolak karena merasa sakit kepala, tetapi oleh ibunya tetap dipaksa berangkat. 

Korban diantar ke rumah neneknya oleh tukang ojek untuk mengambil seragam sekolah. Namun, sesampainya di sana, korban justru beranjak menuju bale yang berada di sekitar kebun milik neneknya. 

Beberapa kerabat yang ada di sekitar rumah nenek korban juga sempat menanyakan alasan bocah tersebut tidak bersekolah. «Korban menjawab tidak pergi karena sakit kepala,» tutur Henry lewat pesan singkat pada Rabu, 3 Februari 2026.

Sekitar pukul 11.00 WITA, korban terlihat sudah dalam kondisi tergantung di dahan pohon cengkeh di dekat bale tersebut. 

Di sekitar lokasi kejadian, petugas menemukan beberapa barang bukti, termasuk tali nilon, pakaian korban, dan selembar kertas tulisan tangan dalam bahasa daerah Ngada. 

Surat tersebut berisi pesan perpisahan korban kepada ibunya. Jika diterjemahkan, bunyinya:

Mama relakan saya pergi (meninggal)

Mama saya pergi (meninggal)

Tidak perlu Mama menangis dan mencari atau merindukan saya

Vedro Imanuel Girsang, Sultan Abdurrahman, dan Dani Aswara berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Jangan remehkan depresi. Check out source 1. Untuk bantuan krisis kejiwaan atau tindak pencegahan bunuh diri, Dinas Kesehatan Jakarta menyediakan psikolog gratis bagi warga yang ingin berkonsultasi tentang kesehatan jiwa. Terdapat 23 lokasi konsultasi gratis di puskesmas Jakarta dan bisa diakses peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan.

Konsultasi juga bisa dilakukan secara online melalui laman https://sahabatjiwa-dinkes.jakarta.go.id. Selain itu, konsultasi lanjutan bisa dijadwalkan dengan psikolog di puskesmas apabila diperlukan.

Selain mengontak Dinas Kesehatan DKI, Anda dapat menghubungi lembaga berikut ini untuk berkonsultasi.
Yayasan Pulih: (021) 78842580
Hotline Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan: (021) 500454
LSM Jangan Bunuh Diri: (021) 9696 9293

GUBERNUR Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena marah dan malu karena pejabat daerah tidak segera mengunjungi keluarga korban siswa sekolah dasar yang bunuh diri di Desa Nenowea, Kabupaten Ngada. 

[–>

Anak berusia 10 tahun berinisial YBR di Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, gantung diri di pohon cengkeh. Ia mengakhiri hidup karena putus asa tidak mampu membeli buku dan pena untuk sekolah. YBR bunuh diri pada Kamis, 29 Januari 2026, sekitar pukul 11.00 WITA.

[–>

Dalam unggahan video di akun Instagram resmi Melki, @melkilakalena.official, ia memperingatkan pejabat daerah agar tidak menganggap kejadian ini sepele. Ia juga mengingatkan agar kejadian ini terulang. Dalam video itu Melki terlihat memberi arahan dalam sebuah forum. 

Melki juga menyinggung Pemerintah Kabupaten Ngada yang tidak segera menyampaikan belasungkawa ke keluarga korban.  

[–>

“Tadi malam saya cek terakhir, belum ada Pemda Ngada datang mewakili pergi menyampaikan belasungkawa pada ini keluarga korban. Lihat juga source 1. Kan gila model begini! Enggak boleh begitu Pak Sekda, enggak boleh!” kata Melki dalam video yang diunggah pada Kamis, 5 Februari 2026.

Melki pun memerintahkan Pemkab Ngada untuk mengirim perwakilan resmi ke keluarga korban. “Kita gagal sebagai pemerintah. Malu saya sebagai Gubernur model begini. Kita gagal Pak Sekda. Turunkan orang, harus ke sana. Kuburannya tidak boleh pakai tanah, kuburkan dia dengan layak. Kita harus seperti Mother Teresa,” ujar Melki.

Melki mengatakan para pejabat daerah NTT harus meniru Mother Teresa yang mengangkat dan memberi pakaian mayat-mayat di pinggir jalan. Ia mendesak jajaran mengasihi jenazah anak SD itu sebagaimana yang dilakukan Mother Teresa. “Jangan lagi ada model-model begini kejadian,” katanya. 

Melki juga kesal karena Program Keluarga Harapan (PKH) Dinas Sosial seolah tidak berguna. Ia marah uang triliunan rupiah mengalir ke NTT, tetapi masih ada yang meninggal karena masalah ini. 

“Enggak boleh Pak Sekda, ini enggak boleh. Ini cukup, ini yang terakhir,” kata Melki dalam video tersebut. 

Melki pun memerintahkan pemerintah daerah untuk memfungsikan kembali perangkat sosial berjenjang sampai ke tingkat RT dan RW. Ia memerintahkan perangkat daerah wajib membantu apabila ada warga yang miskin dan kesusahan. 

“Kalau ada yang miskin susah, kita urus! Uang ada kok, walaupun terbatas, uang kita ada. Uang kita masih ada untuk kasih makan orang, hanya sekadar beli buku tulis dan bolpoin, yang penting kita baku tahu kita baku bantu,” ujar Melki. 

Tempo telah mengirim pesan ke nomor WhatsApp Melki untuk mengkonfirmasi apakah keluarga korban mendapat bantuan sosial sebelumnya. Lihat juga source 1. Namun hingga berita ini ditulis Melki belum merespons. 

YBR, seorang anak kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, mengakhiri hidup dengan meninggalkan sepucuk surat. Surat itu ditujukan kepada ibunya yang berinisial MGT, 47 tahun. Surat tersebut berisi pesan perpisahan korban kepada ibunya.

Korban yang berusia 10 tahun diketahui tinggal bersama neneknya. Sementara ibunya adalah orang tua tunggal yang bekerja sebagai petani dan serabutan. Ibu korban mengurusi lima anak, termasuk korban 

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT Komisaris Besar Henry Novika Chandra mengatakan, jenazah bocah berumur 10 tahun itu ditemukan di kebun milik neneknya. «korban sudah dalam keadaan tergantung pada salah satu dahan pohon (cengkeh),» kata Henry kepada Tempo, Rabu, 4 Februari 2026. 

Henry bercerita, korban awalnya dibangunkan oleh ibunya untuk bersekolah pada pagi hari sekitar pukul 7.30 WITA. Bocah tersebut sempat menolak karena merasa sakit kepala, tetapi oleh ibunya tetap dipaksa berangkat. 

Korban diantar ke rumah neneknya oleh tukang ojek untuk mengambil seragam sekolah. Namun, sesampainya di sana, korban justru beranjak menuju bale yang berada di sekitar kebun milik neneknya. 

Beberapa kerabat yang ada di sekitar rumah nenek korban juga sempat menanyakan alasan bocah tersebut tidak bersekolah. «Korban menjawab tidak pergi karena sakit kepala,» tutur Henry lewat pesan singkat pada Rabu, 3 Februari 2026.

Sekitar pukul 11.00 WITA, korban terlihat sudah dalam kondisi tergantung di dahan pohon cengkeh di dekat bale tersebut. 

Di sekitar lokasi kejadian, petugas menemukan beberapa barang bukti, termasuk tali nilon, pakaian korban, dan selembar kertas tulisan tangan dalam bahasa daerah Ngada. 

Surat tersebut berisi pesan perpisahan korban kepada ibunya. Jika diterjemahkan, bunyinya:

Mama relakan saya pergi (meninggal)

Mama saya pergi (meninggal)

Tidak perlu Mama menangis dan mencari atau merindukan saya

Vedro Imanuel Girsang, Sultan Abdurrahman, dan Dani Aswara berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Jangan remehkan depresi. Check out source 1. Untuk bantuan krisis kejiwaan atau tindak pencegahan bunuh diri, Dinas Kesehatan Jakarta menyediakan psikolog gratis bagi warga yang ingin berkonsultasi tentang kesehatan jiwa. Terdapat 23 lokasi konsultasi gratis di puskesmas Jakarta dan bisa diakses peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan.

Konsultasi juga bisa dilakukan secara online melalui laman https://sahabatjiwa-dinkes.jakarta.go.id. Selain itu, konsultasi lanjutan bisa dijadwalkan dengan psikolog di puskesmas apabila diperlukan.

Selain mengontak Dinas Kesehatan DKI, Anda dapat menghubungi lembaga berikut ini untuk berkonsultasi.
Yayasan Pulih: (021) 78842580
Hotline Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan: (021) 500454
LSM Jangan Bunuh Diri: (021) 9696 9293

💡 Puntos Clave

  • Este artículo cubre aspectos importantes sobre
  • Información verificada y traducida de fuente confiable
  • Contenido actualizado y relevante para nuestra audiencia

📚 Información de la Fuente

📰 Publicación: nasional.tempo.co
✍️ Autor:
📅 Fecha Original: 2026-02-05 06:52:00
🔗 Enlace: Ver artículo original

Nota de transparencia: Este artículo ha sido traducido y adaptado del inglés al español para facilitar su comprensión. El contenido se mantiene fiel a la fuente original, disponible en el enlace proporcionado arriba.

📬 ¿Te gustó este artículo?

Tu opinión es importante para nosotros. Comparte tus comentarios o suscríbete para recibir más contenido histórico de calidad.

💬 Dejar un comentario