Hasto dice la verdad sobre las críticas públicas al gobierno de Jokowi

 |

📂 Categoría: | 📅 Fecha: 1776510306

🔍 En este artículo:

SEKRETARIS Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan penyampaian kritik kepada pemerintah sehat bagi demokrasi. Dia menceritakan pengalaman PDI perjuangan yang pernah berada di pemerintahan mantan Presiden Jokowi pada periode kedua. 

[–>

Kala itu, kata dia, muncul banyak kritik. Namun, PDI perjuangan kemudian menyadari kritik yang diberikan merupakan sebuah kebenaran. 

Desplácese hacia abajo para continuar leyendo

«Ternyata banyak kritik-kritik yang diberikan itu adalah suatu kebenaran,» kata usai seminar ’71 Tahun Peringatan KAA: Relevansi Gerakan Asia-Afrika dalam Krisis Geopolitik Saat Ini’ di Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu, 18 April 2026.

[–>

Hasto tidak mau partai yang berada di dalam pemerintah kini mengalami pengalaman seperti PDI Perjuangan kala itu. Dia menilai berbagai kritik merupakan bentuk rasa cinta kepada bangsa dan negara. «Untuk memberikan suatu kontribusi ketika melihat pelaksanaan kebijakan dengan visi yang baik dari Presiden Prabowo Subianto,» ujar dia.

Menurut dia, kebijakan yang dibuat pemerintah saat ini muncul berbagai masalah. Misalnya, belanja makan bergizi gratis. «Padahal programnya sangat ideologis, menyentuh kebutuhan rakyat, tetapi dalam praktik, PDI Perjuangan mencermati banyak hal yang telah disuarakan oleh masyarakat,» kata dia. 

[–>

Hasto Kristiyanto sebelumnya melihat banyak pengkritik program pemerintah dipolisikan, seperti kritik terhadap masalah pangan. Padahal, kata dia, bangsa ini dibangun atas suatu dialektika atau pertentangan. 

«Republik ini dibangun dengan suatu dialektika,» kata dia dalam Seminar Peringatan 71 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu, 18 April 2026. 

Dia menilai kritik menunjukkan rasa cinta kepada Tanah Air, bukan ingin pemerintah tidak berhasil. «Kritik pada pemerintah karena kita sayang, cinta tanah air kepada republik ini,» kata dia. 

Pernyataan Hasto soal kritik berkaitan dengan relevansi gagasan KAA di 1955 dengan situasi saat ini. Kata dia, KAA menyerukan agar PBB membuat resolusi untuk mendamaikan konflik negara-negara Arab dan Palestina kala itu. Seruan itu ditandatangani oleh 29 negara KAA, termasuk Indonesia. «Ini mengapa Indonesia harus konsisten memperjuangkan Palestina,» kata dia. 

KAA juga menyatakan penghapusan kolonialisme. KAA pun mendukung posisi Indonesia dalam masalah Irian Barat.  Sikap hukum internasional KAA itu tertuang dalam Dasasila Bandung. Bagi dia, hasil KAA itu memiliki narasi pembebasan. Narasi pembebasan itu harus dimaknai untuk menghargai perbedaan ide dan pemikiran. 

«Perbedaan ide dan pemikiran selama digerakkan oleh semangat rasa cinta Tanah Air untuk kemajuan bangsa. Bukan hal yang diharamkan, tetapi itu penting dalam hal demokrasi,» kata dia. 

Sebelumnya Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Tani Nusantara, Minta Ito Simamora, melaporkan pakar hukum tata negara Universitas Andalas, Feri Amsari, ke Polda Metro Jaya. Ito melaporkan Feri atas dugaan penyebaran berita bohong terkait pernyataannya dalam acara halal bihalal para pengamat.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Budi Hermanto, mengatakan pelapor menyampaikan laporan tersebut pada Jumat, 17 April 2026. “Pada hari ini kami menerima laporan dari Ibu MIS,” ujarnya saat ditemui wartawan pada Jumat.

Budi mengatakan Ito melaporkan dugaan pelanggaran Pasal 264 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Polisi mencatat laporan tersebut dengan nomor LP/B/2692/IV/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 17 April 2026.

Ito Simamora mengaku resah atas pernyataan Feri yang menyebut program swasembada pangan sebagai program yang gagal. Ia menilai pernyataan Feri dalam acara halal bihalal pengamat tersebut berpotensi memicu perpecahan di antara petani dan pedagang di Tanah Air. “Saat Feri Amsari mengatakan tidak swasembada, hal itu sangat meresahkan para petani,” ujarnya.

Feri Amsari belum merespons pesan yang dikirimkan Tempo terkait laporan yang menyeret namanya tersebut. Dalam acara bertajuk “Sebelum Pengamat Ditertibkan”, Feri menyatakan Indonesia belum mencapai swasembada pangan.

Ia menegaskan, jika pemerintah menyatakan Indonesia telah swasembada, maka pemerintah harus membuktikannya dengan data. “Kenapa dari tahun 2024 sampai 2025 kita masih impor beras 5,4 juta ton, tiba-tiba 2026 menjadi nol? Jawab dulu data itu,” kata dia dalam forum tersebut, seperti dikutip dari akun Instagram @2045TV.

Menurut Feri, swasembada dapat terwujud jika jumlah sawah bertambah dan teknologi pertanian semakin maju. Namun, berdasarkan data yang ia miliki, jumlah sawah tidak bertambah. “Atau karena teknologi penanaman di sawah yang lebih canggih. Pertanyaan saya, kampung mana di Indonesia yang menanam lebih canggih dari Jepang? Kita mau tahu itu. Tidak ada data itu. Presiden membohongi publik secara terang-terangan,” ujarnya.

 

Oyuk Ivani Siagian berkontribusi dalam tulisan ini 

Pilihan editor: Urgensi Retret Ketua DPRD di Tengah Pemangkasan Anggaran

SEKRETARIS Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan penyampaian kritik kepada pemerintah sehat bagi demokrasi. Dia menceritakan pengalaman PDI perjuangan yang pernah berada di pemerintahan mantan Presiden Jokowi pada periode kedua. 

[–>

Kala itu, kata dia, muncul banyak kritik. Namun, PDI perjuangan kemudian menyadari kritik yang diberikan merupakan sebuah kebenaran. 

Desplácese hacia abajo para continuar leyendo

«Ternyata banyak kritik-kritik yang diberikan itu adalah suatu kebenaran,» kata usai seminar ’71 Tahun Peringatan KAA: Relevansi Gerakan Asia-Afrika dalam Krisis Geopolitik Saat Ini’ di Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu, 18 April 2026.

[–>

Hasto tidak mau partai yang berada di dalam pemerintah kini mengalami pengalaman seperti PDI Perjuangan kala itu. Dia menilai berbagai kritik merupakan bentuk rasa cinta kepada bangsa dan negara. «Untuk memberikan suatu kontribusi ketika melihat pelaksanaan kebijakan dengan visi yang baik dari Presiden Prabowo Subianto,» ujar dia.

Menurut dia, kebijakan yang dibuat pemerintah saat ini muncul berbagai masalah. Misalnya, belanja makan bergizi gratis. «Padahal programnya sangat ideologis, menyentuh kebutuhan rakyat, tetapi dalam praktik, PDI Perjuangan mencermati banyak hal yang telah disuarakan oleh masyarakat,» kata dia. 

[–>

Hasto Kristiyanto sebelumnya melihat banyak pengkritik program pemerintah dipolisikan, seperti kritik terhadap masalah pangan. Padahal, kata dia, bangsa ini dibangun atas suatu dialektika atau pertentangan. 

«Republik ini dibangun dengan suatu dialektika,» kata dia dalam Seminar Peringatan 71 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu, 18 April 2026. 

Dia menilai kritik menunjukkan rasa cinta kepada Tanah Air, bukan ingin pemerintah tidak berhasil. «Kritik pada pemerintah karena kita sayang, cinta tanah air kepada republik ini,» kata dia. 

Pernyataan Hasto soal kritik berkaitan dengan relevansi gagasan KAA di 1955 dengan situasi saat ini. Kata dia, KAA menyerukan agar PBB membuat resolusi untuk mendamaikan konflik negara-negara Arab dan Palestina kala itu. Seruan itu ditandatangani oleh 29 negara KAA, termasuk Indonesia. «Ini mengapa Indonesia harus konsisten memperjuangkan Palestina,» kata dia. 

KAA juga menyatakan penghapusan kolonialisme. KAA pun mendukung posisi Indonesia dalam masalah Irian Barat.  Sikap hukum internasional KAA itu tertuang dalam Dasasila Bandung. Bagi dia, hasil KAA itu memiliki narasi pembebasan. Narasi pembebasan itu harus dimaknai untuk menghargai perbedaan ide dan pemikiran. 

«Perbedaan ide dan pemikiran selama digerakkan oleh semangat rasa cinta Tanah Air untuk kemajuan bangsa. Bukan hal yang diharamkan, tetapi itu penting dalam hal demokrasi,» kata dia. 

Sebelumnya Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Tani Nusantara, Minta Ito Simamora, melaporkan pakar hukum tata negara Universitas Andalas, Feri Amsari, ke Polda Metro Jaya. Ito melaporkan Feri atas dugaan penyebaran berita bohong terkait pernyataannya dalam acara halal bihalal para pengamat.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Budi Hermanto, mengatakan pelapor menyampaikan laporan tersebut pada Jumat, 17 April 2026. “Pada hari ini kami menerima laporan dari Ibu MIS,” ujarnya saat ditemui wartawan pada Jumat.

Budi mengatakan Ito melaporkan dugaan pelanggaran Pasal 264 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Polisi mencatat laporan tersebut dengan nomor LP/B/2692/IV/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 17 April 2026.

Ito Simamora mengaku resah atas pernyataan Feri yang menyebut program swasembada pangan sebagai program yang gagal. Ia menilai pernyataan Feri dalam acara halal bihalal pengamat tersebut berpotensi memicu perpecahan di antara petani dan pedagang di Tanah Air. “Saat Feri Amsari mengatakan tidak swasembada, hal itu sangat meresahkan para petani,” ujarnya.

Feri Amsari belum merespons pesan yang dikirimkan Tempo terkait laporan yang menyeret namanya tersebut. Dalam acara bertajuk “Sebelum Pengamat Ditertibkan”, Feri menyatakan Indonesia belum mencapai swasembada pangan.

Ia menegaskan, jika pemerintah menyatakan Indonesia telah swasembada, maka pemerintah harus membuktikannya dengan data. “Kenapa dari tahun 2024 sampai 2025 kita masih impor beras 5,4 juta ton, tiba-tiba 2026 menjadi nol? Jawab dulu data itu,” kata dia dalam forum tersebut, seperti dikutip dari akun Instagram @2045TV.

Menurut Feri, swasembada dapat terwujud jika jumlah sawah bertambah dan teknologi pertanian semakin maju. Namun, berdasarkan data yang ia miliki, jumlah sawah tidak bertambah. “Atau karena teknologi penanaman di sawah yang lebih canggih. Pertanyaan saya, kampung mana di Indonesia yang menanam lebih canggih dari Jepang? Kita mau tahu itu. Tidak ada data itu. Presiden membohongi publik secara terang-terangan,” ujarnya.

 

Oyuk Ivani Siagian berkontribusi dalam tulisan ini 

Pilihan editor: Urgensi Retret Ketua DPRD di Tengah Pemangkasan Anggaran

💡 Puntos Clave

  • Este artículo cubre aspectos importantes sobre
  • Información verificada y traducida de fuente confiable
  • Contenido actualizado y relevante para nuestra audiencia

📚 Información de la Fuente

📰 Publicación: nasional.tempo.co
✍️ Autor:
📅 Fecha Original: 2026-04-18 10:49:00
🔗 Enlace: Ver artículo original

Nota de transparencia: Este artículo ha sido traducido y adaptado del inglés al español para facilitar su comprensión. El contenido se mantiene fiel a la fuente original, disponible en el enlace proporcionado arriba.

📬 ¿Te gustó este artículo?

Tu opinión es importante para nosotros. Comparte tus comentarios o suscríbete para recibir más contenido histórico de calidad.

💬 Dejar un comentario