Compras diversas de bienes y servicios en BGN: desde motocicletas hasta EO

 |

📂 Categoría: | 📅 Fecha: 1776644881

🔍 En este artículo:

BADAN Gizi Nasional (BGN) menjadi sorotan lantaran melakukan pengadaan barang dan jasa yang dianggap pemborosan. Pengadaan barang dan jasa tersebut dianggap tak sejalan dengan visi proyek makan bergizi gratis atau MBG.

[–>

Desplácese hacia abajo para continuar leyendo

Beberapa pengadaan yang dimaksud antara lain penggunaan jasa event organizer, sepeda motor, alat makan, laptop, hingga tablet. Berikut penjelasannya:

[–>

1. Pengadaan Sepeda Motor Listrik

BGN membeli puluhan ribu motor listrik. Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, pengadaan sepeda motor tersebut merupakan bagian dari perencanaan anggaraan tahun 2025. Motor itu, kata dia, diperuntukkan guna mendukung operasional proyek MBG, khususnya bagi kepala satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).

[–>

«Motor belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum didistribusikan,» kata Dadan dalam keterangan tertulis, 7 April 2026.

Dia membantah informasi yang menyebut terdapat 70 ribu sepeda motor. Menurut Dadan, pengadaan hanya mencapai 20 ribu lebih unit. «Realisasi sebanyak 21.801 dari 25.000 unit yang dipesan tahun 2025,» ujar Guru Besar IPB University itu.

Merujuk data realisasi pengadaan barang dan jasa BGN yang dipublikasikan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah atau LKPP, tercatat ada 31 paket pengadaan jasa EO yang digunakan BGN pada tahun perdana pelaksanaan proyek MBG.

Dadan Hindayana mengatakan, penggunaan jasa EO dilakukan sebagai bagian dari kebutuhan strategis lembaga. Sebab, pada tahun pertama BGN masih membangun sistem dan tata kelola operasional.

«BGN belum memiliki sumber daya internal yang sepenuhnya siap untuk menangani seluruh kebutuhan kegiatan berskala besar secara mandiri,» kata Dadan dalam keterangan tertulis, Ahad, 12 April 2026.

Mayoritas pengadaan paket pengadaan jasa EO ini dilakukan untuk kegiatan di kantor pusat BGN. Sementara lainnya dilakukan untuk agenda peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Total anggaran pengadaan jasa ini senilai Rp 113,9 miliar.

Salah satu kegiatan yang dilakukan BGN dengan menyewa jasa EO, ialah kegiatan Fun Run Hari Antikorupsi Sedunia pada 2025. Korporasi yang ditunjuk menjadi EO dalam kegiatan ini bernama Kredo Aum dengan nilai kontrak sebesar Rp 1,3 miliar.

3. Alat Makan, Laptop, dan Kaus Kaki

Pengadaan lain yang disorot adalah untuk pembelian barang berupa alat makan, laptop, dan kaus kaki. Di media sosial, disebutkan anggaran untuk pengadaan ini mencapai Rp 4 triliun.

Dadan Hindayana tak menepis ihwal pengadaan tersebut. Namun, dia membantah jika nilai anggaran untuk pengadaan barang ini mencapai nominal Rp 4 triliun. 

«Misalnya laptop 32 ribu unit dan alat makan Rp 4 triliun. Itu sama sekali tidak benar,» kata Dadan dalam keterangan tertulis, Senin, 13 April 2026.

Ia menjelaskan, pengadaan laptop di BGN hanya sekitar 5 ribu unit sepanjang 2025. Kemudian alat makan, pengadaan hanya dilakukan di 315 SPPG dengan pagu anggaran Rp 215 miliar yang dibiayai APBN berdasarkan penetapan Surat Keputusan Bersama (SKB) menteri terkait.

Begitu juga pengadaan kaus kaki. BGN tidak pernah melakukan pengadaan secara langsung. Kaus kaki merupakan bagian dari perlengkapan bagi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dilakukan Universitas Pertahanan melalui mekanisme swakelola tipe II.

«Perlu dipahami pengadaan tersebut bukan dilakukan langsung oleh BGN, melainkan oleh Unhan dalam rangka pelaksanaan pendidikan SPPI,» ujarnya.

4. Semir dan Sikat Sepatu

Sama halnya dengan pengadaan kaus kaki, Dadan Hindayana mengatakan, pengadaan semir dan sikat sepatu merupakan bagian dari kebutuhan pendidikan dan pelatihan SPPI tahun 2025. Biaya pendidikan SPPI berasal dari anggaran BGN, namun pelaksanaanya dilakukan swakelola tipe II oleh Unhan. «Jadi pengadaan ada di Universitas Pertahanan,” kata Dadan saat dihubungi, Jumat, 17 April 2026.

Berdasarkan data realisasi pengadaan LKPP, terdapat sejumlah paket kontrak pengadaan semir dan sepatu yang dilaksanakan oleh beberapa penyedia melalui mekanisme pengadaan pemerintah. Dalam data itu, setidaknya 12 paket kontrak diteken BGN.

Total nilai kontrak pengadaan barang tersebut tercatat Rp 1,57 miliar dengan melibatkan sejumlah perusahaan penyedia, salah satunya PT Gajah Mitra Paragon. Korporasi ini tercatat memperoleh dua kontrak pengadaan, yakni untuk semir sepatu dan sikat semir sepatu. 

Dadan merincikan, total nilai pengadaan yang mencapai sekitar Rp 1,52 miliar ini, yaitu untuk semir senilai Rp1,25 miliar dan sikat semir sekitar Rp 272 juta.

Menurut dia, harga per unit semir dibeli seharga Rp 41.470 dan sikat semir per unit Rp 10.780. Dadan menyebutkan pengadaan tersebut diperuntukkan bagi 30.299 SPPI.

 

Eka Yudha Saputra dan Novali Panji Nugroho berkontribusi dalam penulisan artikel ini

BADAN Gizi Nasional (BGN) menjadi sorotan lantaran melakukan pengadaan barang dan jasa yang dianggap pemborosan. Pengadaan barang dan jasa tersebut dianggap tak sejalan dengan visi proyek makan bergizi gratis atau MBG.

[–>

Desplácese hacia abajo para continuar leyendo

Beberapa pengadaan yang dimaksud antara lain penggunaan jasa event organizer, sepeda motor, alat makan, laptop, hingga tablet. Berikut penjelasannya:

[–>

1. Pengadaan Sepeda Motor Listrik

BGN membeli puluhan ribu motor listrik. Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, pengadaan sepeda motor tersebut merupakan bagian dari perencanaan anggaraan tahun 2025. Motor itu, kata dia, diperuntukkan guna mendukung operasional proyek MBG, khususnya bagi kepala satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).

[–>

«Motor belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum didistribusikan,» kata Dadan dalam keterangan tertulis, 7 April 2026.

Dia membantah informasi yang menyebut terdapat 70 ribu sepeda motor. Menurut Dadan, pengadaan hanya mencapai 20 ribu lebih unit. «Realisasi sebanyak 21.801 dari 25.000 unit yang dipesan tahun 2025,» ujar Guru Besar IPB University itu.

Merujuk data realisasi pengadaan barang dan jasa BGN yang dipublikasikan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah atau LKPP, tercatat ada 31 paket pengadaan jasa EO yang digunakan BGN pada tahun perdana pelaksanaan proyek MBG.

Dadan Hindayana mengatakan, penggunaan jasa EO dilakukan sebagai bagian dari kebutuhan strategis lembaga. Sebab, pada tahun pertama BGN masih membangun sistem dan tata kelola operasional.

«BGN belum memiliki sumber daya internal yang sepenuhnya siap untuk menangani seluruh kebutuhan kegiatan berskala besar secara mandiri,» kata Dadan dalam keterangan tertulis, Ahad, 12 April 2026.

Mayoritas pengadaan paket pengadaan jasa EO ini dilakukan untuk kegiatan di kantor pusat BGN. Sementara lainnya dilakukan untuk agenda peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Total anggaran pengadaan jasa ini senilai Rp 113,9 miliar.

Salah satu kegiatan yang dilakukan BGN dengan menyewa jasa EO, ialah kegiatan Fun Run Hari Antikorupsi Sedunia pada 2025. Korporasi yang ditunjuk menjadi EO dalam kegiatan ini bernama Kredo Aum dengan nilai kontrak sebesar Rp 1,3 miliar.

3. Alat Makan, Laptop, dan Kaus Kaki

Pengadaan lain yang disorot adalah untuk pembelian barang berupa alat makan, laptop, dan kaus kaki. Di media sosial, disebutkan anggaran untuk pengadaan ini mencapai Rp 4 triliun.

Dadan Hindayana tak menepis ihwal pengadaan tersebut. Namun, dia membantah jika nilai anggaran untuk pengadaan barang ini mencapai nominal Rp 4 triliun. 

«Misalnya laptop 32 ribu unit dan alat makan Rp 4 triliun. Itu sama sekali tidak benar,» kata Dadan dalam keterangan tertulis, Senin, 13 April 2026.

Ia menjelaskan, pengadaan laptop di BGN hanya sekitar 5 ribu unit sepanjang 2025. Kemudian alat makan, pengadaan hanya dilakukan di 315 SPPG dengan pagu anggaran Rp 215 miliar yang dibiayai APBN berdasarkan penetapan Surat Keputusan Bersama (SKB) menteri terkait.

Begitu juga pengadaan kaus kaki. BGN tidak pernah melakukan pengadaan secara langsung. Kaus kaki merupakan bagian dari perlengkapan bagi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dilakukan Universitas Pertahanan melalui mekanisme swakelola tipe II.

«Perlu dipahami pengadaan tersebut bukan dilakukan langsung oleh BGN, melainkan oleh Unhan dalam rangka pelaksanaan pendidikan SPPI,» ujarnya.

4. Semir dan Sikat Sepatu

Sama halnya dengan pengadaan kaus kaki, Dadan Hindayana mengatakan, pengadaan semir dan sikat sepatu merupakan bagian dari kebutuhan pendidikan dan pelatihan SPPI tahun 2025. Biaya pendidikan SPPI berasal dari anggaran BGN, namun pelaksanaanya dilakukan swakelola tipe II oleh Unhan. «Jadi pengadaan ada di Universitas Pertahanan,” kata Dadan saat dihubungi, Jumat, 17 April 2026.

Berdasarkan data realisasi pengadaan LKPP, terdapat sejumlah paket kontrak pengadaan semir dan sepatu yang dilaksanakan oleh beberapa penyedia melalui mekanisme pengadaan pemerintah. Dalam data itu, setidaknya 12 paket kontrak diteken BGN.

Total nilai kontrak pengadaan barang tersebut tercatat Rp 1,57 miliar dengan melibatkan sejumlah perusahaan penyedia, salah satunya PT Gajah Mitra Paragon. Korporasi ini tercatat memperoleh dua kontrak pengadaan, yakni untuk semir sepatu dan sikat semir sepatu. 

Dadan merincikan, total nilai pengadaan yang mencapai sekitar Rp 1,52 miliar ini, yaitu untuk semir senilai Rp1,25 miliar dan sikat semir sekitar Rp 272 juta.

Menurut dia, harga per unit semir dibeli seharga Rp 41.470 dan sikat semir per unit Rp 10.780. Dadan menyebutkan pengadaan tersebut diperuntukkan bagi 30.299 SPPI.

 

Eka Yudha Saputra dan Novali Panji Nugroho berkontribusi dalam penulisan artikel ini

💡 Puntos Clave

  • Este artículo cubre aspectos importantes sobre
  • Información verificada y traducida de fuente confiable
  • Contenido actualizado y relevante para nuestra audiencia

📚 Información de la Fuente

📰 Publicación: nasional.tempo.co
✍️ Autor:
📅 Fecha Original: 2026-04-19 23:57:00
🔗 Enlace: Ver artículo original

Nota de transparencia: Este artículo ha sido traducido y adaptado del inglés al español para facilitar su comprensión. El contenido se mantiene fiel a la fuente original, disponible en el enlace proporcionado arriba.

📬 ¿Te gustó este artículo?

Tu opinión es importante para nosotros. Comparte tus comentarios o suscríbete para recibir más contenido histórico de calidad.

💬 Dejar un comentario