📂 Categoría: | 📅 Fecha: 1770465267
🔍 En este artículo:
GUBENUR Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena memperingatkan pejabat daerah agar jangan memanipulasi data kemiskinan setelah kasus bunuh diri siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Ngada, NTT.
[–>
Dalam Rapat Evaluasi Pendataan dan Program bagi Orang Miskin dari Ruang Rapat Gubernur, Kupang, Jumat, 6 Februari 2026, Melki Laka Lena mengancam akan memproses hukum pejabat daerah yang mempermainkan data kemiskinan. Apalagi demi kepentingan politik maupun pribadi.
Desplácese hacia abajo para continuar leyendo
“Siapa pun yang terbukti mempermainkan data kemiskinan-baik karena kepentingan politik maupun keuntungan pribadi-akan diproses hukum. Tidak ada yang kebal. Memasukkan orang tidak miskin atau menyingkirkan orang miskin dari data adalah kejahatan kemanusiaan,” kata Melki dalam unggahan akun Instagram resmi Melki, @melkilakalena.official, 6 Februari 2026.
[–>
Rapat yang digelar daring dan luring tersebut dihadiri Forkopimda NTT, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Provinsi NTT, para bupati se-NTT, perwakilan perbankan se-NTT, serta pimpinan instansi vertikal.
Melki meminta semua perangkat daerah membenahi pendataan warga miskin dan mempertajam seluruh program bantuan sosial agar benar-benar tepat sasaran.
[–>
“Saya sangat prihatin karena hingga hari ini masih ditemukan warga yang benar-benar miskin justru tidak menerima bantuan, sementara yang tidak miskin masih terdata sebagai penerima,” ujar Melki.
Menurut Melki, data kemiskinan bukan sekadar soal angka, tapi soal kemanusiaan, keselamatan, dan martabat warga NTT. “Kondisi seperti ini tidak boleh terus berulang,” ujar dia.
Ia juga menekankan bahwa perbaikan data kemiskinan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah desa. Menurut dia, semua unsur harus terlibat aktif mulai dari RT/RW, kader Posyandu, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Dukcapil, Babinsa, guru, tenaga kesehatan, penyuluh, hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat.
“Pendataan harus divalidasi langsung di lapangan dengan pendekatan jemput bola, termasuk memastikan administrasi kependudukan tidak mempersulit warga,” kata dia.
Melki juga memerintahkan pembenahan di sektor pendidikan. Ia meminta semua kendala administrasi Program Indonesia Pintar (PIP) segera dibenahi, termasuk tidak boleh ada pungutan yang memberatkan siswa dari keluarga tidak mampu. Kemudian, ia juga meminta sekolah mengaktifkan layanan konseling sebagai ruang aman bagi anak-anak.
Di bidang kesehatan, Melki juga meminta jajaran memverifikasi cepat kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS agar tidak ada warga miskin yang kehilangan akses layanan kesehatan.
“Kami sadar masih ada kekurangan, tapi komitmen kami jelas: mengakui yang salah, memperbaiki bersama, dan memastikan keadilan sosial benar-benar dirasakan seluruh masyarakat NTT,” kata Melki.
YBR, seorang anak kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, bunuh diri dengan meninggalkan sepucuk surat. Surat itu ditujukan kepada ibunya yang berinisial MGT, 47 tahun. Surat tersebut berisi pesan perpisahan korban kepada ibunya.
Korban yang berusia 10 tahun diketahui tinggal bersama neneknya. Sementara ibunya adalah orang tua tunggal yang bekerja sebagai petani dan serabutan. Ibu korban mengurusi lima anak, termasuk korban
Menurut laporan Harian Kompas pada 3 Februari 2026, korban putus asa dengan keadaan yang dialaminya. Saat korban meminta uang untuk membeli buku dan pena seharga kurang dari Rp 10 ribu, ibu korban menjawab bahwa mereka tak punya uang. Korban pun diduga mengakhiri hidupnya pada 29 Januari 2026.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT Komisaris Besar Henry Novika Chandra mengatakan, jenazah bocah berumur 10 tahun itu ditemukan di kebun milik neneknya. «korban sudah dalam keadaan tergantung pada salah satu dahan pohon (cengkeh),» kata Henry kepada Tempo, Rabu, 4 Februari 2026.
Henry bercerita, korban awalnya dibangunkan oleh ibunya untuk bersekolah pada pagi hari sekitar pukul 7.30 WITA. Bocah tersebut sempat menolak karena merasa sakit kepala, tetapi oleh ibunya tetap dipaksa berangkat.
Korban diantar ke rumah neneknya oleh tukang ojek untuk mengambil seragam sekolah. Namun, sesampainya di sana, korban justru beranjak menuju bale yang berada di sekitar kebun milik neneknya.
Beberapa kerabat yang ada di sekitar rumah nenek korban juga sempat menanyakan alasan bocah tersebut tidak bersekolah. «Korban menjawab tidak pergi karena sakit kepala,» tutur Henry lewat pesan singkat pada Rabu, 3 Februari 2026.
Sekitar pukul 11.00 WITA, korban terlihat sudah dalam kondisi tergantung di dahan pohon cengkeh di dekat bale tersebut.
Di sekitar lokasi kejadian, petugas menemukan beberapa barang bukti, termasuk tali nilon, pakaian korban, dan selembar kertas tulisan tangan dalam bahasa daerah Ngada.
Surat tersebut berisi pesan perpisahan korban kepada ibunya. Jika diterjemahkan, bunyinya:
Mama relakan saya pergi (meninggal)
Mama saya pergi (meninggal)
Tidak perlu Mama menangis dan mencari atau merindukan saya
Vedro Imanuel Girsang, Sultan Abdurrahman, dan Dani Aswara berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Pilihan Editor: Kata Menteri PPPA agar Tragedi Siswa Bunuh Diri Tak Berulang
Jangan remehkan depresi. Untuk bantuan krisis kejiwaan atau tindak pencegahan bunuh diri, Dinas Kesehatan Jakarta menyediakan psikolog gratis bagi warga yang ingin berkonsultasi tentang kesehatan jiwa. Terdapat 23 lokasi konsultasi gratis di puskesmas Jakarta dan bisa diakses peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan.
Konsultasi juga bisa dilakukan secara online melalui laman https://sahabatjiwa-dinkes.jakarta.go.id. Selain itu, konsultasi lanjutan bisa dijadwalkan dengan psikolog di puskesmas apabila diperlukan.
Selain mengontak Dinas Kesehatan DKI, Anda dapat menghubungi lembaga berikut ini untuk berkonsultasi.
Yayasan Pulih: (021) 78842580
Hotline Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan: (021) 500454
LSM Jangan Bunuh Diri: (021) 9696 9293
GUBENUR Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena memperingatkan pejabat daerah agar jangan memanipulasi data kemiskinan setelah kasus bunuh diri siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Ngada, NTT.
[–>
Dalam Rapat Evaluasi Pendataan dan Program bagi Orang Miskin dari Ruang Rapat Gubernur, Kupang, Jumat, 6 Februari 2026, Melki Laka Lena mengancam akan memproses hukum pejabat daerah yang mempermainkan data kemiskinan. Apalagi demi kepentingan politik maupun pribadi.
Desplácese hacia abajo para continuar leyendo
“Siapa pun yang terbukti mempermainkan data kemiskinan-baik karena kepentingan politik maupun keuntungan pribadi-akan diproses hukum. Tidak ada yang kebal. Memasukkan orang tidak miskin atau menyingkirkan orang miskin dari data adalah kejahatan kemanusiaan,” kata Melki dalam unggahan akun Instagram resmi Melki, @melkilakalena.official, 6 Februari 2026.
[–>
Rapat yang digelar daring dan luring tersebut dihadiri Forkopimda NTT, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Provinsi NTT, para bupati se-NTT, perwakilan perbankan se-NTT, serta pimpinan instansi vertikal.
Melki meminta semua perangkat daerah membenahi pendataan warga miskin dan mempertajam seluruh program bantuan sosial agar benar-benar tepat sasaran.
[–>
“Saya sangat prihatin karena hingga hari ini masih ditemukan warga yang benar-benar miskin justru tidak menerima bantuan, sementara yang tidak miskin masih terdata sebagai penerima,” ujar Melki.
Menurut Melki, data kemiskinan bukan sekadar soal angka, tapi soal kemanusiaan, keselamatan, dan martabat warga NTT. “Kondisi seperti ini tidak boleh terus berulang,” ujar dia.
Ia juga menekankan bahwa perbaikan data kemiskinan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah desa. Menurut dia, semua unsur harus terlibat aktif mulai dari RT/RW, kader Posyandu, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Dukcapil, Babinsa, guru, tenaga kesehatan, penyuluh, hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat.
“Pendataan harus divalidasi langsung di lapangan dengan pendekatan jemput bola, termasuk memastikan administrasi kependudukan tidak mempersulit warga,” kata dia.
Melki juga memerintahkan pembenahan di sektor pendidikan. Ia meminta semua kendala administrasi Program Indonesia Pintar (PIP) segera dibenahi, termasuk tidak boleh ada pungutan yang memberatkan siswa dari keluarga tidak mampu. Kemudian, ia juga meminta sekolah mengaktifkan layanan konseling sebagai ruang aman bagi anak-anak.
Di bidang kesehatan, Melki juga meminta jajaran memverifikasi cepat kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS agar tidak ada warga miskin yang kehilangan akses layanan kesehatan.
“Kami sadar masih ada kekurangan, tapi komitmen kami jelas: mengakui yang salah, memperbaiki bersama, dan memastikan keadilan sosial benar-benar dirasakan seluruh masyarakat NTT,” kata Melki.
YBR, seorang anak kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, bunuh diri dengan meninggalkan sepucuk surat. Surat itu ditujukan kepada ibunya yang berinisial MGT, 47 tahun. Surat tersebut berisi pesan perpisahan korban kepada ibunya.
Korban yang berusia 10 tahun diketahui tinggal bersama neneknya. Sementara ibunya adalah orang tua tunggal yang bekerja sebagai petani dan serabutan. Ibu korban mengurusi lima anak, termasuk korban
Menurut laporan Harian Kompas pada 3 Februari 2026, korban putus asa dengan keadaan yang dialaminya. Saat korban meminta uang untuk membeli buku dan pena seharga kurang dari Rp 10 ribu, ibu korban menjawab bahwa mereka tak punya uang. Korban pun diduga mengakhiri hidupnya pada 29 Januari 2026.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT Komisaris Besar Henry Novika Chandra mengatakan, jenazah bocah berumur 10 tahun itu ditemukan di kebun milik neneknya. «korban sudah dalam keadaan tergantung pada salah satu dahan pohon (cengkeh),» kata Henry kepada Tempo, Rabu, 4 Februari 2026.
Henry bercerita, korban awalnya dibangunkan oleh ibunya untuk bersekolah pada pagi hari sekitar pukul 7.30 WITA. Bocah tersebut sempat menolak karena merasa sakit kepala, tetapi oleh ibunya tetap dipaksa berangkat.
Korban diantar ke rumah neneknya oleh tukang ojek untuk mengambil seragam sekolah. Namun, sesampainya di sana, korban justru beranjak menuju bale yang berada di sekitar kebun milik neneknya.
Beberapa kerabat yang ada di sekitar rumah nenek korban juga sempat menanyakan alasan bocah tersebut tidak bersekolah. «Korban menjawab tidak pergi karena sakit kepala,» tutur Henry lewat pesan singkat pada Rabu, 3 Februari 2026.
Sekitar pukul 11.00 WITA, korban terlihat sudah dalam kondisi tergantung di dahan pohon cengkeh di dekat bale tersebut.
Di sekitar lokasi kejadian, petugas menemukan beberapa barang bukti, termasuk tali nilon, pakaian korban, dan selembar kertas tulisan tangan dalam bahasa daerah Ngada.
Surat tersebut berisi pesan perpisahan korban kepada ibunya. Jika diterjemahkan, bunyinya:
Mama relakan saya pergi (meninggal)
Mama saya pergi (meninggal)
Tidak perlu Mama menangis dan mencari atau merindukan saya
Vedro Imanuel Girsang, Sultan Abdurrahman, dan Dani Aswara berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Pilihan Editor: Kata Menteri PPPA agar Tragedi Siswa Bunuh Diri Tak Berulang
Jangan remehkan depresi. Untuk bantuan krisis kejiwaan atau tindak pencegahan bunuh diri, Dinas Kesehatan Jakarta menyediakan psikolog gratis bagi warga yang ingin berkonsultasi tentang kesehatan jiwa. Terdapat 23 lokasi konsultasi gratis di puskesmas Jakarta dan bisa diakses peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan.
Konsultasi juga bisa dilakukan secara online melalui laman https://sahabatjiwa-dinkes.jakarta.go.id. Selain itu, konsultasi lanjutan bisa dijadwalkan dengan psikolog di puskesmas apabila diperlukan.
Selain mengontak Dinas Kesehatan DKI, Anda dapat menghubungi lembaga berikut ini untuk berkonsultasi.
Yayasan Pulih: (021) 78842580
Hotline Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan: (021) 500454
LSM Jangan Bunuh Diri: (021) 9696 9293
💡 Puntos Clave
- Este artículo cubre aspectos importantes sobre
- Información verificada y traducida de fuente confiable
- Contenido actualizado y relevante para nuestra audiencia
📚 Información de la Fuente
| 📰 Publicación: | nasional.tempo.co |
| ✍️ Autor: | |
| 📅 Fecha Original: | 2026-02-07 11:25:00 |
| 🔗 Enlace: | Ver artículo original |
Nota de transparencia: Este artículo ha sido traducido y adaptado del inglés al español para facilitar su comprensión. El contenido se mantiene fiel a la fuente original, disponible en el enlace proporcionado arriba.
📬 ¿Te gustó este artículo?
Tu opinión es importante para nosotros. Comparte tus comentarios o suscríbete para recibir más contenido histórico de calidad.



