La variedad de distribución de los menús de MBG no cumple con los estándares.

 |

📂 Categoría: | 📅 Fecha: 1771205003

🔍 En este artículo:

SISWA SDN 001 Muara Badak, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, menerima kelapa utuh sebagai salah satu menu makan bergizi gratis (MBG). Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mengatakan kelapa utuh tidak termasuk dalam menu MBG di petunjuk teknis.

[–>

Desplácese hacia abajo para continuar leyendo

Karena itu, BGN menangguhkan sementara satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang memberikan kelapa utuh itu. «Sudah di-suspend dapurnya sampai satu minggu,» kata Nanik saat dimintai konfirmasi pada Ahad, 15 Februari 2026. Selama masa penangguhan, pelayanan makan gratis untuk sekolah tersebut akan diambil alih SPPG lain.

[–>

Kasus distribusi menu MBG tidak sesuai standar beberapa kali terjadi. SPPG Karyasari, Kecamatan Sukaresmi, Pandeglang memberikan menu MBG dengan wadah kantong plastik pada Kamis, 8 Januari 2026.

Pada Juni 2025, paket bahan mentah MBG juga diberikan oleh SPPG Tangerang Selatan kepada siswa. SPPG itu memberikan beras kemasan, telur puyuh, ikan asin, kacang, serta buah-buahan seperti pisang, jeruk, dan apel. Paket ini juga mencakup susu UHT. 

[–>

Berikut beberapa kasus pendistribusian menu MBG tidak sesuai standar:

SPPG Yayasan Mualaf Indonesia Timur (Yasmit) menyajikan menu MBG dengan komposisi bahan mentah berupa beras. Sebanyak 4.705 siswa dari 18 sekolah menerima distribusi makan gratis dari SPPG yang terletak di Jalan Bulak III Nomor 55, Cempaka Putih, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten itu. 

Kepala SPPG Yasmit Asfiyah Auliyaillahi Bashiro mengatakan pemilihan menu dengan bahan mentah disiapkan agar bisa dibawa pulang ke rumah oleh siswa. 

«Mengingat sekolah sudah libur. Guru-guru pun tidak menyanggupi, hingga wali murid yang mewakili anaknya mengambil ke sekolah,» kata Bashiro dalam pesan tertulis pada Juni 2025.

2. MBG dengan Wadah Kantong Plastik

Beredar di media sosial MBG disajikan dengan wadah kantong plastik yang ditengarai dilakukan oleh SPPG Karyasari. Dalam video itu, seorang wanita menunjukkan dua paket menu berbeda yang diterima warga. 

Paket makanan itu berisi ayam, makanan yang diduga bubur, serta buah kelengkeng. Dalam paket lain, komposisinya terlihat hampir sama. Pembuat video itu meragukan kelayakan makanan dan menyebut kondisinya menyerupai muntahan kucing. 

Kepala SPPG Karyasari, Kecamatan Sukaresmi, Pandeglang, Dimas Dhika Alpiyan, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Kamis, 8 Januari 2026. Dia berujar menu MBG hari itu mengusung tema kearifan lokal nusantara.

Menunya, kata dia, terdiri dari lontong, ayam goreng, saus kacang, kacang panjang, dan buah kelengkeng. Menu itu didistribusikan untuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

«Menu sudah selesai dimasak dan direncanakan didistribusikan siang hari. Namun terjadi kendala karena sayur kacang panjang basi, sehingga harus dimasak ulang,» kata dia dalam keterangannya pada Sabtu, 10 Januari 2026.

Dia berujar hal itu membuat waktu pendistribusian molor. Walhasil distribusi baru bisa dilakukan pada sore pukul 16.00. Dimas mengatakan semula makanan direncanakan dibungkus menggunakan ompreng.

Namun, ujar dia, setibanya di lokasi petugas yang membagikan makanan memindahkan seluruh menu ke dalam kantong plastik. Alasannya karena spontanitas. Pengemudi kemudian membawa kembali ompreng tersebut dalam keadaan kosong.

3. MBG dengan Kepala Utuh

Video di Media Sosial menampilkan pendistribusian MBG berupa kelapa muda utuh untuk siswa SDN 001 Muara Badak. Terlihat mobil pengiriman MBG bertuliskan «SPPG MA BADAK». Mobil pikap tertutup itu mengangkut puluhan kelapa muda yang kemudian dibagikan ke satu per satu murid oleh para guru.

Kepala SPPG Gas Alam Badak 1, Alih Tugas Abdi, menjelaskan video beredar tersebut tak menampilkan keseluruhan menu yang disediakan dapur umumnya. Dia mengatakan terjadi kesalahpahaman di masyarakat akibat video tersebut.

«Video tersebut disalahartikan dan seolah-olah buah yang para siswa terima hanyalah kelapa muda,» kata dia dalam keterangan videonya yang diunggah di akun @sppg_gasalambadak1, dikutip pada Ahad, 15 Februari 2026.

Abdi menuturkan, dapurnya menyediakan dua jenis menu, yaitu kering dan basah. Menu kering terdiri dari kelapa muda utuh, roti ambon, telur, dan susu. Sedangkan menu basah berupa nasi putih, telur kecap, tahu goreng tepung, tumis wortel jagung, dan semangka.

Namun Abdi mengakui menu kelapa muda utuh tak umum disajikan dalam makan bergizi gratis. Sehingga menu itu berpengaruh pada persepsi masyarakat.

«Atas terjadinya insiden video viral dari menu yang kami berikan, saya beserta staf memohon maaf,» ucapnya.

 
Novali Panji Nugroho berkontribusi dalam tulisan ini

SISWA SDN 001 Muara Badak, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, menerima kelapa utuh sebagai salah satu menu makan bergizi gratis (MBG). Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mengatakan kelapa utuh tidak termasuk dalam menu MBG di petunjuk teknis.

[–>

Desplácese hacia abajo para continuar leyendo

Karena itu, BGN menangguhkan sementara satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang memberikan kelapa utuh itu. «Sudah di-suspend dapurnya sampai satu minggu,» kata Nanik saat dimintai konfirmasi pada Ahad, 15 Februari 2026. Selama masa penangguhan, pelayanan makan gratis untuk sekolah tersebut akan diambil alih SPPG lain.

[–>

Kasus distribusi menu MBG tidak sesuai standar beberapa kali terjadi. SPPG Karyasari, Kecamatan Sukaresmi, Pandeglang memberikan menu MBG dengan wadah kantong plastik pada Kamis, 8 Januari 2026.

Pada Juni 2025, paket bahan mentah MBG juga diberikan oleh SPPG Tangerang Selatan kepada siswa. SPPG itu memberikan beras kemasan, telur puyuh, ikan asin, kacang, serta buah-buahan seperti pisang, jeruk, dan apel. Paket ini juga mencakup susu UHT. 

[–>

Berikut beberapa kasus pendistribusian menu MBG tidak sesuai standar:

SPPG Yayasan Mualaf Indonesia Timur (Yasmit) menyajikan menu MBG dengan komposisi bahan mentah berupa beras. Sebanyak 4.705 siswa dari 18 sekolah menerima distribusi makan gratis dari SPPG yang terletak di Jalan Bulak III Nomor 55, Cempaka Putih, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten itu. 

Kepala SPPG Yasmit Asfiyah Auliyaillahi Bashiro mengatakan pemilihan menu dengan bahan mentah disiapkan agar bisa dibawa pulang ke rumah oleh siswa. 

«Mengingat sekolah sudah libur. Guru-guru pun tidak menyanggupi, hingga wali murid yang mewakili anaknya mengambil ke sekolah,» kata Bashiro dalam pesan tertulis pada Juni 2025.

2. MBG dengan Wadah Kantong Plastik

Beredar di media sosial MBG disajikan dengan wadah kantong plastik yang ditengarai dilakukan oleh SPPG Karyasari. Dalam video itu, seorang wanita menunjukkan dua paket menu berbeda yang diterima warga. 

Paket makanan itu berisi ayam, makanan yang diduga bubur, serta buah kelengkeng. Dalam paket lain, komposisinya terlihat hampir sama. Pembuat video itu meragukan kelayakan makanan dan menyebut kondisinya menyerupai muntahan kucing. 

Kepala SPPG Karyasari, Kecamatan Sukaresmi, Pandeglang, Dimas Dhika Alpiyan, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Kamis, 8 Januari 2026. Dia berujar menu MBG hari itu mengusung tema kearifan lokal nusantara.

Menunya, kata dia, terdiri dari lontong, ayam goreng, saus kacang, kacang panjang, dan buah kelengkeng. Menu itu didistribusikan untuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

«Menu sudah selesai dimasak dan direncanakan didistribusikan siang hari. Namun terjadi kendala karena sayur kacang panjang basi, sehingga harus dimasak ulang,» kata dia dalam keterangannya pada Sabtu, 10 Januari 2026.

Dia berujar hal itu membuat waktu pendistribusian molor. Walhasil distribusi baru bisa dilakukan pada sore pukul 16.00. Dimas mengatakan semula makanan direncanakan dibungkus menggunakan ompreng.

Namun, ujar dia, setibanya di lokasi petugas yang membagikan makanan memindahkan seluruh menu ke dalam kantong plastik. Alasannya karena spontanitas. Pengemudi kemudian membawa kembali ompreng tersebut dalam keadaan kosong.

3. MBG dengan Kepala Utuh

Video di Media Sosial menampilkan pendistribusian MBG berupa kelapa muda utuh untuk siswa SDN 001 Muara Badak. Terlihat mobil pengiriman MBG bertuliskan «SPPG MA BADAK». Mobil pikap tertutup itu mengangkut puluhan kelapa muda yang kemudian dibagikan ke satu per satu murid oleh para guru.

Kepala SPPG Gas Alam Badak 1, Alih Tugas Abdi, menjelaskan video beredar tersebut tak menampilkan keseluruhan menu yang disediakan dapur umumnya. Dia mengatakan terjadi kesalahpahaman di masyarakat akibat video tersebut.

«Video tersebut disalahartikan dan seolah-olah buah yang para siswa terima hanyalah kelapa muda,» kata dia dalam keterangan videonya yang diunggah di akun @sppg_gasalambadak1, dikutip pada Ahad, 15 Februari 2026.

Abdi menuturkan, dapurnya menyediakan dua jenis menu, yaitu kering dan basah. Menu kering terdiri dari kelapa muda utuh, roti ambon, telur, dan susu. Sedangkan menu basah berupa nasi putih, telur kecap, tahu goreng tepung, tumis wortel jagung, dan semangka.

Namun Abdi mengakui menu kelapa muda utuh tak umum disajikan dalam makan bergizi gratis. Sehingga menu itu berpengaruh pada persepsi masyarakat.

«Atas terjadinya insiden video viral dari menu yang kami berikan, saya beserta staf memohon maaf,» ucapnya.

 
Novali Panji Nugroho berkontribusi dalam tulisan ini

💡 Puntos Clave

  • Este artículo cubre aspectos importantes sobre
  • Información verificada y traducida de fuente confiable
  • Contenido actualizado y relevante para nuestra audiencia

📚 Información de la Fuente

📰 Publicación: nasional.tempo.co
✍️ Autor:
📅 Fecha Original: 2026-02-16 01:16:00
🔗 Enlace: Ver artículo original

Nota de transparencia: Este artículo ha sido traducido y adaptado del inglés al español para facilitar su comprensión. El contenido se mantiene fiel a la fuente original, disponible en el enlace proporcionado arriba.

📬 ¿Te gustó este artículo?

Tu opinión es importante para nosotros. Comparte tus comentarios o suscríbete para recibir más contenido histórico de calidad.

💬 Dejar un comentario