Tempo organiza un debate sobre el regreso a casa en 2026 y destaca la preparación y la seguridad en el transporte

 |

📂 Categoría: | 📅 Fecha: 1773351770

🔍 En este artículo:

INFO NASIONAL – Mudik merupakan tradisi tahunan masyarakat dalam menyambut Hari Raya Lebaran. Menjelang momen tersebut, mobilitas masyarakat akan meningkat sangat signifikan. Di momen Lebaran tahun lalu saja, tercatat sekitar 154,6 juta orang melakukan perjalanan.

[–>

Besarnya pergerakan ini menuntut seluruh pemangku kepentingan untuk mempersiapkan berbagai aspek pendukung, mulai dari infrastruktur, keselamatan, hingga pengelolaan risiko agar perjalanan masyarakat dapat berlangsung aman dan lancar.

Desplácese hacia abajo para continuar leyendo

Dalam upaya membahas kesiapan tersebut, Tempo menggelar diskusi bertajuk “Ngobrol @Tempo Diskusi Mudik: Kesiapan Mudik Lebaran 2026” di Gedung Tempo Jakarta, pada Kamis, 12 Maret 2026. Acara ini didukung oleh PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

[–>

CEO PT Info Media Digital Wahyu Dhyatmika menyampaikan sambutan dalam diskusi “Ngobrol @Tempo: Diskusi Mudik – Kesiapan Mudik Lebaran 2026” di Gedung Tempo, Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026. TEMPO/Rega Wijaya

CEO PT Info Media Digital, Wahyu Dhyatmika mengatakan, banyak orang yang tidak menyadari bahwa momentum mudik Lebaran adalah pekerjaan yang sangat besar terutama bagi para stakeholder yang terlibat di balik layar seperti Pelni, ASDP, Kepolisian, Kementerian Perhubungan, Jasa Marga, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.

[–>

“Ketika masyarakat pulang ke kampung halaman dan melewati jalan raya yang tertata, menggunakan angkutan penyeberangan yang rapi dan terjadwal dengan baik, serta menikmati fasilitas transportasi publik yang memadai, semua itu merupakan hasil kerja keras dari berbagai pihak,” ujarnya dalam sambutan. vch2.

Ia menilai, agar arus mudik Lebaran dapat berjalan dengan baik, diperlukan upaya besar untuk memastikan keselamatan transportasi, baik di jalan raya, laut, maupun udara. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman, bertemu keluarga, dan merayakan hari raya dapat melakukan perjalanan dengan aman dan selamat.

Karena itu, kata Wahyu, diskusi ini merupakan bagian dari upaya Tempo untuk membantu publik memahami betapa kompleksnya persiapan berbagai instansi dalam mengawal penyelenggaraan mudik. “Melalui forum ini, para narasumber akan memaparkan berbagai tantangan yang dihadapi, sekaligus menjelaskan solusi serta program yang telah disiapkan.”

Ia berharap, masyarakat dapat memahami berbagai langkah antisipasi yang telah dilakukan. Dengan komunikasi yang terbuka dan transparan seperti ini, diharapkan berbagai potensi kendala dapat diantisipasi lebih awal.

Dirgakkum Korlantas Polri, Faisal, mengatakan bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia telah menyiapkan berbagai upaya untuk memberikan pengamanan dan kenyamanan bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik maupun arus balik. Upaya tersebut dilakukan melalui Operasi Ketupat yang mengusung tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” dan akan berlangsung pada 13–29 Maret 2026.

“Lewat operasi tersebut Kepolisian sudah membagi lima kluster krusial yang harus diantisipasi dalam pelaksanaan mudik dan balik seperti jalan tol, jalan arteri, kawasan penyebrangan, kawasan wisata serta tempat ibadah,” ujarnya. Kepolisian pun telah mengarahkan sekitar 317.666 personil yang akan disebar di 2.756 pos pelayanan terpadu.

Direktur Operasi dan Transformasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Rio Lasse menjadi narasumber dalam diskusi “Ngobrol @Tempo: Diskusi Mudik – Kesiapan Mudik Lebaran 2026” di Gedung Tempo, Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026. TEMPO/Rega Wijaya

Direktur Operasi dan Transformasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Rio Lasse, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi angkutan Lebaran tahun ini. Ia menyebut, hingga saat ini seluruh tim di berbagai lintasan penyeberangan telah melakukan pemeriksaan akhir. Posko angkutan Lebaran juga akan mulai beroperasi pada 13 Maret untuk memastikan pelayanan berjalan optimal “Dan kami tentunya memprioritaskan aspek keselamatan, kemudian juga pelayanan yang maksimal, kenyamanan bagi pengguna jasa,” ujarnya.

Rio menjelaskan, tahun ini pihaknya memprioritaskan 15 perlintasan dari Sabang sampai Merauke, dengan fokus prioritas di Pelabuhan Merak-Bakauheni dan Ketapang – Gilimanuk. Untuk mendukung layanan tersebut, pihaknya telah menyiapkan sekitar 70 kapal yang beroperasi di lintasan Merak–Bakauheni dan sekitar 60 kapal di lintasan Ketapang–Gilimanuk.

Dari sisi teknologi, kata dia, ASDP juga mengoperasikan Port Operation Command Center atau POCC untuk memantau kegiatan operasional pelabuhan dan penyeberangan secara real time. Sistem ini terhubung dengan operator jalan tol, pemantauan cuaca, serta sistem milik Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. “ Jadi, kami mengupayakan secara optimal kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi di lapangan bisa terpantau dengan baik,” katanya.

Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT Pelni (Persero) Nuraini Dessy menjadi narasumber dalam diskusi “Ngobrol @Tempo: Diskusi Mudik – Kesiapan Mudik Lebaran 2026” di Gedung Tempo, Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026. TEMPO/Rega Wijaya

Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT Pelni (Persero), Nuraini Dessy mengatakan, persiapan angkutan Lebaran oleh Pelni telah dilakukan sejak 6 Maret. Sebab, perjalanan menggunakan moda transportasi laut membutuhkan waktu yang relatif lebih lama dibandingkan moda transportasi lainnya.

Pelni pun telah menyiapkan 25 kapal penumpang dan 30 kapal perintis untuk melayani angkutan Lebaran tahun ini. Semua kapal sudah melaksanakan docking dan sudah dilakukan ramp check oleh Kementerian Perhubungan. “ Jadi kami memastikan bahwa kapal layak laut untuk dioperasikan,” katanya.

Armada tersebut akan melayani 304 pelabuhan dengan total 1.111 ruas pelayaran di berbagai wilayah Indonesia. “Memang cukup kompleks kalau Pelni ini luar biasa sekali dengan menyinggahi tidak hanya pelabuhan besar, tapi juga daerah 3T yang kami hubungkan,” ujarnya.

Dari sisi pariwisata, Wakil Ketua Umum Bidang Kebijakan Publik PHRI, Sutrisno Iwantono mengatakan, selama bulan Ramadan tingkat hunian hotel cenderung menurun, bahkan bisa mencapai sekitar 50 persen dari kondisi normal. Namun, ia menilai hotel-hotel pada umumnya telah terbiasa mempersiapkan lonjakan pengunjung untuk menyambut periode libur Lebaran.

“Peningkatan tersebut tidak merata di setiap daerah. Kota-kota tujuan wisata seperti Yogyakarta, Malang, dan Bali umumnya mengalami lonjakan okupansi yang lebih tinggi dibandingkan Jakarta,” ucapnya.

Sementara Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Utari Widyastuti mengimbau kepada para pemudik ataupun yang akan melakukan perjalanan wisata untuk senantiasa menjaga kesehatan dan memastikan bahwa destinasi wisata yang akan dituju aman.

“Kita sudah bekerja sama dengan BNPB, untuk menghadirkan aplikasi bernama InaRISK agar mengetahui cuaca di tempat wisata yang akan kita datangi. Kita juga punya platform Sisparnas yang sudah terintegrasi oleh BNPB,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kementerian Pariwisata juga sudah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh pemerintah daerah, pelaku usaha dan industri untuk ikut bersama-sama memantau kelancaran pelaksanaan libur lebaran di masing-masing daerah. “Bisa memastikan kegiatan kita di destinasi wisata itu bisa terus berjalan dengan baik dan aman.” (*)

INFO NASIONAL – Mudik merupakan tradisi tahunan masyarakat dalam menyambut Hari Raya Lebaran. Menjelang momen tersebut, mobilitas masyarakat akan meningkat sangat signifikan. Di momen Lebaran tahun lalu saja, tercatat sekitar 154,6 juta orang melakukan perjalanan.

[–>

Besarnya pergerakan ini menuntut seluruh pemangku kepentingan untuk mempersiapkan berbagai aspek pendukung, mulai dari infrastruktur, keselamatan, hingga pengelolaan risiko agar perjalanan masyarakat dapat berlangsung aman dan lancar.

Desplácese hacia abajo para continuar leyendo

Dalam upaya membahas kesiapan tersebut, Tempo menggelar diskusi bertajuk “Ngobrol @Tempo Diskusi Mudik: Kesiapan Mudik Lebaran 2026” di Gedung Tempo Jakarta, pada Kamis, 12 Maret 2026. Acara ini didukung oleh PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

[–>

CEO PT Info Media Digital Wahyu Dhyatmika menyampaikan sambutan dalam diskusi “Ngobrol @Tempo: Diskusi Mudik – Kesiapan Mudik Lebaran 2026” di Gedung Tempo, Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026. TEMPO/Rega Wijaya

CEO PT Info Media Digital, Wahyu Dhyatmika mengatakan, banyak orang yang tidak menyadari bahwa momentum mudik Lebaran adalah pekerjaan yang sangat besar terutama bagi para stakeholder yang terlibat di balik layar seperti Pelni, ASDP, Kepolisian, Kementerian Perhubungan, Jasa Marga, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.

[–>

“Ketika masyarakat pulang ke kampung halaman dan melewati jalan raya yang tertata, menggunakan angkutan penyeberangan yang rapi dan terjadwal dengan baik, serta menikmati fasilitas transportasi publik yang memadai, semua itu merupakan hasil kerja keras dari berbagai pihak,” ujarnya dalam sambutan. vch2.

Ia menilai, agar arus mudik Lebaran dapat berjalan dengan baik, diperlukan upaya besar untuk memastikan keselamatan transportasi, baik di jalan raya, laut, maupun udara. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman, bertemu keluarga, dan merayakan hari raya dapat melakukan perjalanan dengan aman dan selamat.

Karena itu, kata Wahyu, diskusi ini merupakan bagian dari upaya Tempo untuk membantu publik memahami betapa kompleksnya persiapan berbagai instansi dalam mengawal penyelenggaraan mudik. “Melalui forum ini, para narasumber akan memaparkan berbagai tantangan yang dihadapi, sekaligus menjelaskan solusi serta program yang telah disiapkan.”

Ia berharap, masyarakat dapat memahami berbagai langkah antisipasi yang telah dilakukan. Dengan komunikasi yang terbuka dan transparan seperti ini, diharapkan berbagai potensi kendala dapat diantisipasi lebih awal.

Dirgakkum Korlantas Polri, Faisal, mengatakan bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia telah menyiapkan berbagai upaya untuk memberikan pengamanan dan kenyamanan bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik maupun arus balik. Upaya tersebut dilakukan melalui Operasi Ketupat yang mengusung tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” dan akan berlangsung pada 13–29 Maret 2026.

“Lewat operasi tersebut Kepolisian sudah membagi lima kluster krusial yang harus diantisipasi dalam pelaksanaan mudik dan balik seperti jalan tol, jalan arteri, kawasan penyebrangan, kawasan wisata serta tempat ibadah,” ujarnya. Kepolisian pun telah mengarahkan sekitar 317.666 personil yang akan disebar di 2.756 pos pelayanan terpadu.

Direktur Operasi dan Transformasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Rio Lasse menjadi narasumber dalam diskusi “Ngobrol @Tempo: Diskusi Mudik – Kesiapan Mudik Lebaran 2026” di Gedung Tempo, Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026. TEMPO/Rega Wijaya

Direktur Operasi dan Transformasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Rio Lasse, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi angkutan Lebaran tahun ini. Ia menyebut, hingga saat ini seluruh tim di berbagai lintasan penyeberangan telah melakukan pemeriksaan akhir. Posko angkutan Lebaran juga akan mulai beroperasi pada 13 Maret untuk memastikan pelayanan berjalan optimal “Dan kami tentunya memprioritaskan aspek keselamatan, kemudian juga pelayanan yang maksimal, kenyamanan bagi pengguna jasa,” ujarnya.

Rio menjelaskan, tahun ini pihaknya memprioritaskan 15 perlintasan dari Sabang sampai Merauke, dengan fokus prioritas di Pelabuhan Merak-Bakauheni dan Ketapang – Gilimanuk. Untuk mendukung layanan tersebut, pihaknya telah menyiapkan sekitar 70 kapal yang beroperasi di lintasan Merak–Bakauheni dan sekitar 60 kapal di lintasan Ketapang–Gilimanuk.

Dari sisi teknologi, kata dia, ASDP juga mengoperasikan Port Operation Command Center atau POCC untuk memantau kegiatan operasional pelabuhan dan penyeberangan secara real time. Sistem ini terhubung dengan operator jalan tol, pemantauan cuaca, serta sistem milik Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. “ Jadi, kami mengupayakan secara optimal kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi di lapangan bisa terpantau dengan baik,” katanya.

Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT Pelni (Persero) Nuraini Dessy menjadi narasumber dalam diskusi “Ngobrol @Tempo: Diskusi Mudik – Kesiapan Mudik Lebaran 2026” di Gedung Tempo, Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026. TEMPO/Rega Wijaya

Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT Pelni (Persero), Nuraini Dessy mengatakan, persiapan angkutan Lebaran oleh Pelni telah dilakukan sejak 6 Maret. Sebab, perjalanan menggunakan moda transportasi laut membutuhkan waktu yang relatif lebih lama dibandingkan moda transportasi lainnya.

Pelni pun telah menyiapkan 25 kapal penumpang dan 30 kapal perintis untuk melayani angkutan Lebaran tahun ini. Semua kapal sudah melaksanakan docking dan sudah dilakukan ramp check oleh Kementerian Perhubungan. “ Jadi kami memastikan bahwa kapal layak laut untuk dioperasikan,” katanya.

Armada tersebut akan melayani 304 pelabuhan dengan total 1.111 ruas pelayaran di berbagai wilayah Indonesia. “Memang cukup kompleks kalau Pelni ini luar biasa sekali dengan menyinggahi tidak hanya pelabuhan besar, tapi juga daerah 3T yang kami hubungkan,” ujarnya.

Dari sisi pariwisata, Wakil Ketua Umum Bidang Kebijakan Publik PHRI, Sutrisno Iwantono mengatakan, selama bulan Ramadan tingkat hunian hotel cenderung menurun, bahkan bisa mencapai sekitar 50 persen dari kondisi normal. Namun, ia menilai hotel-hotel pada umumnya telah terbiasa mempersiapkan lonjakan pengunjung untuk menyambut periode libur Lebaran.

“Peningkatan tersebut tidak merata di setiap daerah. Kota-kota tujuan wisata seperti Yogyakarta, Malang, dan Bali umumnya mengalami lonjakan okupansi yang lebih tinggi dibandingkan Jakarta,” ucapnya.

Sementara Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Utari Widyastuti mengimbau kepada para pemudik ataupun yang akan melakukan perjalanan wisata untuk senantiasa menjaga kesehatan dan memastikan bahwa destinasi wisata yang akan dituju aman.

“Kita sudah bekerja sama dengan BNPB, untuk menghadirkan aplikasi bernama InaRISK agar mengetahui cuaca di tempat wisata yang akan kita datangi. Kita juga punya platform Sisparnas yang sudah terintegrasi oleh BNPB,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kementerian Pariwisata juga sudah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh pemerintah daerah, pelaku usaha dan industri untuk ikut bersama-sama memantau kelancaran pelaksanaan libur lebaran di masing-masing daerah. “Bisa memastikan kegiatan kita di destinasi wisata itu bisa terus berjalan dengan baik dan aman.” (*)

💡 Puntos Clave

  • Este artículo cubre aspectos importantes sobre
  • Información verificada y traducida de fuente confiable
  • Contenido actualizado y relevante para nuestra audiencia

📚 Información de la Fuente

📰 Publicación: nasional.tempo.co
✍️ Autor:
📅 Fecha Original: 2026-03-12 13:31:00
🔗 Enlace: Ver artículo original

Nota de transparencia: Este artículo ha sido traducido y adaptado del inglés al español para facilitar su comprensión. El contenido se mantiene fiel a la fuente original, disponible en el enlace proporcionado arriba.

📬 ¿Te gustó este artículo?

Tu opinión es importante para nosotros. Comparte tus comentarios o suscríbete para recibir más contenido histórico de calidad.

💬 Dejar un comentario