Feri Amsari revela que su familia se vio afectada por el terror del Doxing

 |

📂 Categoría: | 📅 Fecha: 1780704514

🔍 En este artículo:

SEJUMLAH aktivis mengalami teror dari orang tak dikenal setelah mereka menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah. Salah satu peristiwa teror yang menonjol adalah saat Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, disiram air keras pada 12 Maret 2026 oleh anggota Badan Intelijen Strategis Tentara Nasional Indonesia. Selama ini, Andrie dikenal sebagai aktivis yang vokal menentang perluasan peran tentara di ranah sipil.

[–>

Bertempat di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026, sejumlah tokoh lain menggelar konferensi pers untuk menyikapi teror dan intimidasi terhadap masyarakat sipil. Di antaranya pakar hukum tata negara Universitas Andalas, Feri Amsari, pendiri Saiful Mujani Research Center and Consulting Saiful Mujani; Ketua YLBHI Muhammad Isnur; Ketua Centra Initiative Al Araf; mantan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada Tiyo Ardianto; Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia Islah Bahrawi; dan Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya.

Desplácese hacia abajo para continuar leyendo

Sebagian dari mereka menceritakan bagaimana bentuk teror-teror yang diyakini mengancam kebebasan berekspresi. Selama konferensi, mereka mengenakan ban lengan hitam di tangan sebagai penanda sebagai korban teror.  Berikut rangkuman aktivis yang mengalami teror:

[–>

Feri Amsari: Keluarga Kena Teror Doxing

Feri mengatakan bahwa keluarganya menjadi korban teror doxing di media sosial. Dia menduga doxing itu dilakukan buzzer disertai bahasa yang mengancam keluarganya. Kata-kata tersebut membuat ia sekeluarga tidak nyaman. Teror itu menyebut bahwa istri dan anak-anaknya akan menjadi korban.

[–>

«‘Kau belum tahu saja istri dan anak-anakmu kalau dijadikan korban,’ gitu ya bahasanya,» ujar Feri, Jumat, 5 Juni 2026.

Feri mengatakan semestinya negara menjamin perlindungan terhadap kebebasan menyampaikan gagasan. Secara prinsip konstitusional, pada dasarnya pemegang kedaulatan adalah publik. Maka, sebagai pemegang kedaulatan, seharusnya publik diberikan ruang untuk menyampaikan pendapatnya sebebas-bebasnya. 

Sebelumnya Feri juga dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Tani Nusantara, Minta Ito Simamora, atas dugaan penyebaran berita bohong terkait pernyataannya dalam acara halal bihalal para pengamat. Ito Simamora mengaku resah atas pernyataan Feri yang menyebut program swasembada pangan sebagai program yang gagal. Ia menilai pernyataan Feri dalam acara halal bihalal pengamat tersebut berpotensi memicu perpecahan di antara petani dan pedagang di Tanah Air. 

Islah Bahrawi Mengaku Dikuntit Anggota TNI

Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi, mengatakan keluarganya diintai dan diteror oleh kelompok yang diduga sebagai anggota TNI sejak dua pekan lalu. Islah mengatakan penguntitan terhadap dirinya bahkan masih berlangsung hingga saat ini.

Islah bercerita, dirinya baru mengetahui penguntitan pada 21 Mei 2026, sepulang menghadiri acara peringatan 28 tahun Reformasi di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Tetangga rumah Islah memberitahu ada sejumlah orang tidak dikenal memotret garasi rumahnya.

Mereka bahkan sempat masuk ke teras rumah tetangganya dan menanyakan secara detail tentang penghuni rumah Islah, termasuk rutinitas, dan jadwal aktivitasnya. Menurut ingatan tetangga tersebut, ada 4 orang berbeda yang selalu bertanya tentang profil keluarga Islah.

Pada 21 Mei 2026, Islah berkeliling di sekitar rumah dan menemukan mobil penguntit di warung kopi sekitar 100 meter dari kediamannya. Mobil tersebut diparkir di pinggir jalan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Menurut warga sekitar, kata Islah, hampir setiap hari mobil tersebut dan sepeda motor yang selama ini mondar-mandir di depan rumahnya, berkumpul dalam satu area parkir yang sama dan menelpon satu sama lain.

Kemudian, pada malam hari warga sepakat untuk membantu dengan berkeliling karena menilai orang tak dikenal tersebut semakin meresahkan dan bertindak terang-terangan. Warga lalu menemukan seorang tak dikenal memarkir sepeda motornya di pinggir Jalan Raya T. B. Simatupang atau sekitar 30 meter dari rumah Islah. Orang tersebut terlihat mencurigakan dan sedang mengoperasikan sebuah alat yang diyakini Islah sebagai pelacak jejak atau direction finder (DF), alat yang biasa dipakai intelijen di lapangan.

Pada 24 Mei 2026, Islah lalu mengevakuasi keluarganya ke tempat aman. Namun pada 1 Juni 2026, pukul 12.45 WIB, tetangga Islah mengabarkan masih ada OTK memantau dan memotret rumahnya. Warga sempat memotret orang tersebut, tetapi wajahnya tidak terlihat jelas.

Dari hasil foto dan rekaman, Islah menemukan orang tak dikenal terekam menggunakan sistem aplikasi pelaporan yang ia yakini digunakan untuk praktik intelijen. Aplikasi ini merupakan sistem pelaporan dan sistem pemunculan dari target yang sedang diintai. Dugaan ini membuat Islah yakin orang tak dikenal itu merupakan anggota TNI. 

Islah mengatakan ada beberapa bukti lain yang mengarah pada identitas penguntit berasal dari TNI. “Ada berbagai cara yang kita lakukan selama ini lewat jaringan kita dan juga perkawanan kita. Ada beberapa gambar yang sudah kita dapatkan, enam orang itu ternyata teridentifikasi sebagai anggota TNI. Saya perjelas, anggota TNI,” kata Islah. Namun Islah mengatakan belum mendapatkan informasi dari satuan mana para penguntit.

Kepala Pusat Penerangan Markas Besar TNI, Brigadir Jenderal TNI Muhammad Nas, mengatakan Islah dapat menginformasikan kepada TNI apabila memang punya bukti dan data keterlibatan tentara. «Pastinya TNI akan menindaklanjuti,» kata dia kepada Tempo

Berbagai Teror yang Dialami Mantan Ketua BEM UGM

Tiyo Ardianto mendapatkan teror setelah memprotes pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang gagal menjamin hak dasar anak karena tragedi seorang anak bunuh diri di Nusa Tenggara Timur. Tiyo mendapatkan pesan WhatsApp bernada ancaman dari nomor dengan kode Inggris.

Teror terhadap Ketua BEM UGM ini bukan yang pertama. Catatan Tempo, Ketua BEM UGM juga mendapatkan teror ketika mengkritik UU TNI dan mantan Presiden Jokowi. 

Menurut Tiyo, selain menerima ancaman dalam bentuk pesan, dia dikuntit dua orang saat berada di sebuah kedai. Penguntitan itu terjadi sehari setelah muncul ancaman. “Mereka memotret dan bergegas pergi,” kata Tiyo, Kamis, 12 Februari 2026.

Teror itu juga merembet ke orang tuanya, di mana ibunda Tiyo mendapat pesan berisi narasi tuduhan Tiyo menggelapkan dana kampus pada Sabtu, 14 Februari silam. “Hobi nilep dana kampus ternyata, pantesan aktif banget, biar dapat setoran,» begitu bunyi pesan peneror yang dibacakan Tiyo saat dihubungi pada Ahad, 15 Februari 2026.

Delpedro Diteror Saat Tampil di Sekolah Politik SMI

Aktivis Lokataru Foundation Delpedro Marhaen diduga mengalami teror saat menjadi pembicara sekolah gerakan sosial Social Movement Institute (SMI) di Yogyakarta pada 2-3 Mei 2026. Sekolah ini membahas perjuangan sipil di tengah menyempitnya ruang demokrasi dan represi negara.

Delpedro mengatakan teror terhadapnya berupa penguntitan oleh orang tak dikenal saat dia di penginapan, lokasi acara, dan setelah acara. Ada tiga orang tidak dikenal, menggunakan satu mobil dan satu motor yang membuntuti Delpedro pada Ahad sore, 3 Mei 2026. “Selama di perjalanan orang tidak dikenal ini terus mengikuti,” kata Delpedro, Selasa, 5 Mei 2026.

Dua orang yang menumpang mobil, kata Delpedro terlihat mengawasi di kafe yang berdekatan dengan penginapan. Ada juga yang menguntit mobil yang dikendarai aktivis SMI yang kembali ke kantor SMI. Selain itu, pengelola penginapan memberikan informasi ada dua orang yang menanyakan keberadaan Delpedro di penginapan tersebut. Selain bertanya, dua orang tersebut sempat menunggu Delpedro.  

Setelah dari Yogyakarta, Delpedro bertolak ke Pengadilan Negeri Magelang untuk mengikuti sidang putusan terhadap tiga aktivis yang didakwa menghasut dalam demonstrasi Agustus 2025. Saat mengikuti persidangan hingga rampung, Delpedro merasa melihat sejumlah orang tak dikenal mendokumentasikan wajahnya dengan cara memfoto.

Delpedro merupakan eks tahanan politik demonstrasi Agustus 2025 yang bebas setelah Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menyatakan dia tidak bersalah bersama tiga orang lainnya pada Jumat, 6 Maret 2025. Delpedro menjadi terdakwa atas tuduhan menghasut orang untuk turun ke jalan saat gelombang demonstrasi Agustus 2025.

Aktivis Greenpeace Diteror, Rumahnya Dikirimi Bangkai Ayam

Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik, mendapat ancaman teror dari orang tak dikenal pada Selasa pagi, 30 Desember 2025. Rumah aktivis lingkungan itu dikirimi bangkai ayam.

Berdasarkan keterangan yang dibuat Greenpeace, bangkai ayam itu Iqbal temukan di teras rumah. Bangkai ayam tersebut tampak tidak dibungkus oleh wadah apa pun. Korban teror juga menemukan kertas yang diikat di kaki bangkai ayam tersebut.
 ‎
 Kertas itu bertuliskan nada ancaman terhadap Iqbal. «Jagalah ucapanmu apabila anda ingin menjaga keluargamu. Mulutmu harimaumu,» demikian pesan ancaman yang tertera di bangkai ayam tersebut.

‎Kepala Greenpeace Indonesia Leonard Simanjuntak menduga kiriman bangkai ayam ini sebagai bentuk teror. Terlebih Iqbal saat ini aktif sebagai pengkampanye di Greenpeace, organisasi nirlaba yang berfokus pada isu-isu lingkungan.
 ‎
‎»Sulit untuk tak mengaitkan kiriman bangkai ayam ini dengan upaya pembungkaman terhadap orang-orang yang gencar menyampaikan kritik atas situasi Indonesia saat ini,» kata Leonard dalam keterangan tertulisnya pada Selasa, 30 Desember 2025.
 ‎
‎Belakangan Iqbal Damanik melalui akun media sosialnya vokal menayangkan unggahan ihwal bencana Sumatera. Aktivis lingkungan itu kerap membagikan respons pemerintah dalam menangani bencana yang mengakibatkan seribu orang meninggal. Hal ini juga dilakukan oleh sejumlah juru kampanye Greenpeace.

Novali Panji Nugroho, Eka Yudha Saputra dan Shinta Maharani berkontribusi dalam tulisan ini.

SEJUMLAH aktivis mengalami teror dari orang tak dikenal setelah mereka menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah. Salah satu peristiwa teror yang menonjol adalah saat Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, disiram air keras pada 12 Maret 2026 oleh anggota Badan Intelijen Strategis Tentara Nasional Indonesia. Selama ini, Andrie dikenal sebagai aktivis yang vokal menentang perluasan peran tentara di ranah sipil.

[–>

Bertempat di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026, sejumlah tokoh lain menggelar konferensi pers untuk menyikapi teror dan intimidasi terhadap masyarakat sipil. Di antaranya pakar hukum tata negara Universitas Andalas, Feri Amsari, pendiri Saiful Mujani Research Center and Consulting Saiful Mujani; Ketua YLBHI Muhammad Isnur; Ketua Centra Initiative Al Araf; mantan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada Tiyo Ardianto; Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia Islah Bahrawi; dan Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya.

Desplácese hacia abajo para continuar leyendo

Sebagian dari mereka menceritakan bagaimana bentuk teror-teror yang diyakini mengancam kebebasan berekspresi. Selama konferensi, mereka mengenakan ban lengan hitam di tangan sebagai penanda sebagai korban teror.  Berikut rangkuman aktivis yang mengalami teror:

[–>

Feri Amsari: Keluarga Kena Teror Doxing

Feri mengatakan bahwa keluarganya menjadi korban teror doxing di media sosial. Dia menduga doxing itu dilakukan buzzer disertai bahasa yang mengancam keluarganya. Kata-kata tersebut membuat ia sekeluarga tidak nyaman. Teror itu menyebut bahwa istri dan anak-anaknya akan menjadi korban.

[–>

«‘Kau belum tahu saja istri dan anak-anakmu kalau dijadikan korban,’ gitu ya bahasanya,» ujar Feri, Jumat, 5 Juni 2026.

Feri mengatakan semestinya negara menjamin perlindungan terhadap kebebasan menyampaikan gagasan. Secara prinsip konstitusional, pada dasarnya pemegang kedaulatan adalah publik. Maka, sebagai pemegang kedaulatan, seharusnya publik diberikan ruang untuk menyampaikan pendapatnya sebebas-bebasnya. 

Sebelumnya Feri juga dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Tani Nusantara, Minta Ito Simamora, atas dugaan penyebaran berita bohong terkait pernyataannya dalam acara halal bihalal para pengamat. Ito Simamora mengaku resah atas pernyataan Feri yang menyebut program swasembada pangan sebagai program yang gagal. Ia menilai pernyataan Feri dalam acara halal bihalal pengamat tersebut berpotensi memicu perpecahan di antara petani dan pedagang di Tanah Air. 

Islah Bahrawi Mengaku Dikuntit Anggota TNI

Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi, mengatakan keluarganya diintai dan diteror oleh kelompok yang diduga sebagai anggota TNI sejak dua pekan lalu. Islah mengatakan penguntitan terhadap dirinya bahkan masih berlangsung hingga saat ini.

Islah bercerita, dirinya baru mengetahui penguntitan pada 21 Mei 2026, sepulang menghadiri acara peringatan 28 tahun Reformasi di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Tetangga rumah Islah memberitahu ada sejumlah orang tidak dikenal memotret garasi rumahnya.

Mereka bahkan sempat masuk ke teras rumah tetangganya dan menanyakan secara detail tentang penghuni rumah Islah, termasuk rutinitas, dan jadwal aktivitasnya. Menurut ingatan tetangga tersebut, ada 4 orang berbeda yang selalu bertanya tentang profil keluarga Islah.

Pada 21 Mei 2026, Islah berkeliling di sekitar rumah dan menemukan mobil penguntit di warung kopi sekitar 100 meter dari kediamannya. Mobil tersebut diparkir di pinggir jalan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Menurut warga sekitar, kata Islah, hampir setiap hari mobil tersebut dan sepeda motor yang selama ini mondar-mandir di depan rumahnya, berkumpul dalam satu area parkir yang sama dan menelpon satu sama lain.

Kemudian, pada malam hari warga sepakat untuk membantu dengan berkeliling karena menilai orang tak dikenal tersebut semakin meresahkan dan bertindak terang-terangan. Warga lalu menemukan seorang tak dikenal memarkir sepeda motornya di pinggir Jalan Raya T. B. Simatupang atau sekitar 30 meter dari rumah Islah. Orang tersebut terlihat mencurigakan dan sedang mengoperasikan sebuah alat yang diyakini Islah sebagai pelacak jejak atau direction finder (DF), alat yang biasa dipakai intelijen di lapangan.

Pada 24 Mei 2026, Islah lalu mengevakuasi keluarganya ke tempat aman. Namun pada 1 Juni 2026, pukul 12.45 WIB, tetangga Islah mengabarkan masih ada OTK memantau dan memotret rumahnya. Warga sempat memotret orang tersebut, tetapi wajahnya tidak terlihat jelas.

Dari hasil foto dan rekaman, Islah menemukan orang tak dikenal terekam menggunakan sistem aplikasi pelaporan yang ia yakini digunakan untuk praktik intelijen. Aplikasi ini merupakan sistem pelaporan dan sistem pemunculan dari target yang sedang diintai. Dugaan ini membuat Islah yakin orang tak dikenal itu merupakan anggota TNI. 

Islah mengatakan ada beberapa bukti lain yang mengarah pada identitas penguntit berasal dari TNI. “Ada berbagai cara yang kita lakukan selama ini lewat jaringan kita dan juga perkawanan kita. Ada beberapa gambar yang sudah kita dapatkan, enam orang itu ternyata teridentifikasi sebagai anggota TNI. Saya perjelas, anggota TNI,” kata Islah. Namun Islah mengatakan belum mendapatkan informasi dari satuan mana para penguntit.

Kepala Pusat Penerangan Markas Besar TNI, Brigadir Jenderal TNI Muhammad Nas, mengatakan Islah dapat menginformasikan kepada TNI apabila memang punya bukti dan data keterlibatan tentara. «Pastinya TNI akan menindaklanjuti,» kata dia kepada Tempo

Berbagai Teror yang Dialami Mantan Ketua BEM UGM

Tiyo Ardianto mendapatkan teror setelah memprotes pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang gagal menjamin hak dasar anak karena tragedi seorang anak bunuh diri di Nusa Tenggara Timur. Tiyo mendapatkan pesan WhatsApp bernada ancaman dari nomor dengan kode Inggris.

Teror terhadap Ketua BEM UGM ini bukan yang pertama. Catatan Tempo, Ketua BEM UGM juga mendapatkan teror ketika mengkritik UU TNI dan mantan Presiden Jokowi. 

Menurut Tiyo, selain menerima ancaman dalam bentuk pesan, dia dikuntit dua orang saat berada di sebuah kedai. Penguntitan itu terjadi sehari setelah muncul ancaman. “Mereka memotret dan bergegas pergi,” kata Tiyo, Kamis, 12 Februari 2026.

Teror itu juga merembet ke orang tuanya, di mana ibunda Tiyo mendapat pesan berisi narasi tuduhan Tiyo menggelapkan dana kampus pada Sabtu, 14 Februari silam. “Hobi nilep dana kampus ternyata, pantesan aktif banget, biar dapat setoran,» begitu bunyi pesan peneror yang dibacakan Tiyo saat dihubungi pada Ahad, 15 Februari 2026.

Delpedro Diteror Saat Tampil di Sekolah Politik SMI

Aktivis Lokataru Foundation Delpedro Marhaen diduga mengalami teror saat menjadi pembicara sekolah gerakan sosial Social Movement Institute (SMI) di Yogyakarta pada 2-3 Mei 2026. Sekolah ini membahas perjuangan sipil di tengah menyempitnya ruang demokrasi dan represi negara.

Delpedro mengatakan teror terhadapnya berupa penguntitan oleh orang tak dikenal saat dia di penginapan, lokasi acara, dan setelah acara. Ada tiga orang tidak dikenal, menggunakan satu mobil dan satu motor yang membuntuti Delpedro pada Ahad sore, 3 Mei 2026. “Selama di perjalanan orang tidak dikenal ini terus mengikuti,” kata Delpedro, Selasa, 5 Mei 2026.

Dua orang yang menumpang mobil, kata Delpedro terlihat mengawasi di kafe yang berdekatan dengan penginapan. Ada juga yang menguntit mobil yang dikendarai aktivis SMI yang kembali ke kantor SMI. Selain itu, pengelola penginapan memberikan informasi ada dua orang yang menanyakan keberadaan Delpedro di penginapan tersebut. Selain bertanya, dua orang tersebut sempat menunggu Delpedro.  

Setelah dari Yogyakarta, Delpedro bertolak ke Pengadilan Negeri Magelang untuk mengikuti sidang putusan terhadap tiga aktivis yang didakwa menghasut dalam demonstrasi Agustus 2025. Saat mengikuti persidangan hingga rampung, Delpedro merasa melihat sejumlah orang tak dikenal mendokumentasikan wajahnya dengan cara memfoto.

Delpedro merupakan eks tahanan politik demonstrasi Agustus 2025 yang bebas setelah Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menyatakan dia tidak bersalah bersama tiga orang lainnya pada Jumat, 6 Maret 2025. Delpedro menjadi terdakwa atas tuduhan menghasut orang untuk turun ke jalan saat gelombang demonstrasi Agustus 2025.

Aktivis Greenpeace Diteror, Rumahnya Dikirimi Bangkai Ayam

Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik, mendapat ancaman teror dari orang tak dikenal pada Selasa pagi, 30 Desember 2025. Rumah aktivis lingkungan itu dikirimi bangkai ayam.

Berdasarkan keterangan yang dibuat Greenpeace, bangkai ayam itu Iqbal temukan di teras rumah. Bangkai ayam tersebut tampak tidak dibungkus oleh wadah apa pun. Korban teror juga menemukan kertas yang diikat di kaki bangkai ayam tersebut.
 ‎
 Kertas itu bertuliskan nada ancaman terhadap Iqbal. «Jagalah ucapanmu apabila anda ingin menjaga keluargamu. Mulutmu harimaumu,» demikian pesan ancaman yang tertera di bangkai ayam tersebut.

‎Kepala Greenpeace Indonesia Leonard Simanjuntak menduga kiriman bangkai ayam ini sebagai bentuk teror. Terlebih Iqbal saat ini aktif sebagai pengkampanye di Greenpeace, organisasi nirlaba yang berfokus pada isu-isu lingkungan.
 ‎
‎»Sulit untuk tak mengaitkan kiriman bangkai ayam ini dengan upaya pembungkaman terhadap orang-orang yang gencar menyampaikan kritik atas situasi Indonesia saat ini,» kata Leonard dalam keterangan tertulisnya pada Selasa, 30 Desember 2025.
 ‎
‎Belakangan Iqbal Damanik melalui akun media sosialnya vokal menayangkan unggahan ihwal bencana Sumatera. Aktivis lingkungan itu kerap membagikan respons pemerintah dalam menangani bencana yang mengakibatkan seribu orang meninggal. Hal ini juga dilakukan oleh sejumlah juru kampanye Greenpeace.

Novali Panji Nugroho, Eka Yudha Saputra dan Shinta Maharani berkontribusi dalam tulisan ini.

💡 Puntos Clave

  • Este artículo cubre aspectos importantes sobre
  • Información verificada y traducida de fuente confiable
  • Contenido actualizado y relevante para nuestra audiencia

📚 Información de la Fuente

📰 Publicación: nasional.tempo.co
✍️ Autor:
📅 Fecha Original: 2026-06-05 23:46:00
🔗 Enlace: Ver artículo original

Nota de transparencia: Este artículo ha sido traducido y adaptado del inglés al español para facilitar su comprensión. El contenido se mantiene fiel a la fuente original, disponible en el enlace proporcionado arriba.

📬 ¿Te gustó este artículo?

Tu opinión es importante para nosotros. Comparte tus comentarios o suscríbete para recibir más contenido histórico de calidad.

💬 Dejar un comentario