📂 Categoría: | 📅 Fecha: 1776890396
🔍 En este artículo:
INFO NASIONAL – Dalam sepekan terakhir, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mencatatkan prestasi membanggakan melalui raihan tiga penghargaan dari berbagai lembaga. Apresiasi ini mencerminkan kinerja pemerintah daerah yang tidak hanya berhenti pada level kebijakan, tetapi juga diwujudkan melalui peningkatan pelayanan publik, pengentasan kemiskinan, dan pemberdayaan perempuan.
[–>
Di sektor pelayanan publik, Bupati Jember, Gus Fawait, meraih PWI Jatim Award 2026 kategori Tokoh Daerah Peningkatan Layanan Publik. Penghargaan ini diberikan dalam rangkaian Hari Pers Nasional 2026 dan HUT ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, yang digelar di Dyandra Convention Center, Kamis, 16 April 2026.
Desplácese hacia abajo para continuar leyendo
«Alhamdulillah, terima kasih kepada PWI Jawa Timur atas penghargaan ini. Ini adalah vitamin bagi kami semua untuk bekerja lebih giat dan lebih semangat lagi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Jember,» ujar Gus Fawait.
[–>
Gus Fawait memaparkan tiga program unggulan yang menjadi motor penggerak perubahan di Jember, yakni Universal Health Coverage (UHC) Prioritas, Pelayanan Tuntas Cetak KTP di Kecamatan (Peta Cinta), dan Wadul Gus’e.
Gus Fawait menyatakan bahwa UHC prioritas merupakan program yang menjamin seluruh warga Jember, khususnya bagi warga kurang mampu untuk mendapatkan akses pengobatan gratis di berbagai rumah sakit di seluruh Indonesia.
[–>
Sementara itu, Peta Cinta dirancang untuk menghapus sekat birokrasi antara warga kota dan desa. Melalui program ini, layanan administrasi kependudukan seperti pencetakan KTP dan Kartu Keluarga kini bisa diselesaikan langsung di kantor kecamatan tanpa harus jauh-jauh ke pusat kota.
Lalu program Wadul Gus’e, sebuah platform komunikasi langsung yang memangkas jarak antara rakyat dan bupati. Melalui program ini, warga dapat menyampaikan keluh kesah hingga ide-ide segar secara langsung kepada pemimpinnya untuk perbaikan layanan di semua level.
Gus Fawait menekankan bahwa ketersediaan logistik layanan seperti blangko KTP di kecamatan, akan terus dipastikan aman guna mendukung kelancaran program Peta Cinta. Dia juga berharap masyarakat semakin aktif memberikan kontribusi pemikiran melalui kanal yang telah disediakan.
Bupati Jember Muhammad Fawait saat meluncurkan program Peta Cinta (Pelayanan Tuntas Cetak KTP) di Kantor Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, pada Senin, 5 Januari 2026. Dok. Pemkab Jember
Selanjutnya, pada upaya pengentasan kemiskinan, Gus Fawait meraih penghargaan pada kategori Penguat Demokrasi, dengan sub-kategori spesifik sebagai Tokoh Pengentasan Kemiskinan Berbasis Akselerasi Pembangunan. Penghargaan tersebut diberikan dalam peringatan HUT ke-20 Beritajatim.com, yang digelar di Grand City, Jalan Gubeng, Surabaya, pada Selasa, 21 April 2026.
Penghargaan ini diberikan atas capaian signifikan Pemkab Jember dalam menekan angka kemiskinan melalui validasi data dan kerja lapangan yang masif. Gus Fawait menegaskan bahwa prestasi ini bukanlah pencapaian individu, melainkan buah kerja keras seluruh jajaran pemerintahan, terutama para ASN yang bersinergi tanpa sekat.
«Saya persembahkan penghargaan ini kepada seluruh jajaran Pemerintahan Kabupaten Jember, para ASN yang hari ini turun ke bawah untuk bahu-membahu. Tidak melihat asal mereka, apakah guru, nakes, atau yang lain, semua bersatu untuk memastikan data kemiskinan ekstrem di Jember benar-benar valid,» ujar Gus Fawait.
Gus Fawait menambahkan bahwa keakuratan data adalah pondasi utama agar intervensi pembangunan tepat sasaran sehingga anggaran yang dikucurkan benar benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan.
Ia menyadari bahwa kemiskinan merupakan persoalan fundamental yang memicu rantai masalah sosial lain di Jawa Timur, khususnya di Jember. Menurut dia, keberhasilan menekan angka kemiskinan akan berdampak linear pada perbaikan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
«Kita tahu bahwa kemiskinan ini mengakibatkan banyak masalah lain, mulai dari angka stunting, angka kematian ibu dan bayi, hingga tindak kriminalitas. Ujung dari semua masalah itu adalah faktor kemiskinan,» jelasnya.
Meski pada tahun 2025 performa penurunan kemiskinan di Jember tercatat sebagai salah satu yang terbaik di Jawa Timur dan wilayah Tapal Kuda, Gus Fawait menegaskan pihaknya tidak akan cepat berpuas diri. Dia telah menyiapkan strategi jangka pendek, menengah, hingga panjang untuk melakukan lompatan besar.
«Harapan saya, angka kemiskinan di Jember bisa di bawah angka psikologis 200 ribu. Selama 10 tahun terakhir, jumlah kemiskinan absolut selalu di atas angka tersebut. Saya bersama seluruh OPD dan tim akan bekerja maksimal untuk menembus target ini.”
Bupati Jember Muhammad Fawait menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCT) tahun 2025 kepada para pekerja tembakau secara simbolis di halaman Pabrik Bin Cigar, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, pada Jumat, 28 November 2025. Dok. Pemkab Jember
Di sis lain, dalam upaya pemberdayaa perempuan, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Jember, Ning Ghyta Eka Puspita, berhasil meraih penghargaan kategori Puspa Cita dalam ajang Anugerah Puspa Bangsa 2026, pada Selasa, 21 April 2026.
Kategori Puspa Cita sendiri diberikan kepada Ketua Tim Penggerak PKK tingkat kabupaten/kota yang dinilai berhasil menggerakkan pemberdayaan keluarga dan masyarakat.
Bagi Ning Ghyta, penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan bentuk pengakuan atas gerakan pemberdayaan perempuan yang tumbuh dari masyarakat. Melalui peran aktifnya di Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember, ia mengedepankan pendekatan kolaboratif dengan menempatkan keluarga sebagai pusat perubahan.
“Bagi saya, banyak persoalan di daerah berakar dari keluarga. Karena itu PKK hadir untuk mendampingi, membersamai, dan menguatkan perempuan agar mampu menjadi penggerak dari lingkup terkecil,” ujarnya.
Salah satu program unggulan yang diinisiasi adalah Mlijo Cinta, yang terintegrasi dengan Dekranasda sebagai ruang konsultasi dan pendampingan bagi pelaku usaha perempuan. Program ini memberikan layanan mulai dari pengurusan izin usaha, pengembangan desain produk, hingga strategi pengemasan, sehingga menjadi semacam “klinik usaha” bagi perempuan yang ingin berkembang.
Selain itu, Ning Ghyta juga memperkuat program 1200 tenaga kesehatan melalui sinergi lintas sektor. Dalam hal ini, PKK berperan sebagai jembatan antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak. Ia menegaskan bahwa keberhasilan berbagai program tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, organisasi perempuan, hingga komunitas seperti Pramuka.
Dalam kesempatan tersebut, Ning Ghyta turut menyampaikan bahwa penghargaan yang diraihnya merupakan milik bersama seluruh perempuan di Kabupaten Jember. “Penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh perempuan luar biasa di Kabupaten Jember, khususnya para kader PKK, kader posyandu, dan anggota Dekranasda yang telah bekerja dengan sepenuh hati,” katanya.
Ning Ghyta pun mengajak perempuan Indonesia, khususnya di Kabupaten Jember, untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan kemajuan zaman. “Jadilah versi terbaik dari diri sendiri. Manfaatkan teknologi untuk hal-hal yang membawa kebaikan. Perempuan memiliki peran luar biasa dalam membentuk generasi masa depan, baik di ruang publik maupun dalam keluarga.”
Deretan penghargaan ini tak sekadar menjadi prestasi, tetapi juga penegas bahwa langkah pembangunan di Jember terus bergerak ke arah yang lebih berdampak dan inklusif bagi masyarakat. (*)
INFO NASIONAL – Dalam sepekan terakhir, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mencatatkan prestasi membanggakan melalui raihan tiga penghargaan dari berbagai lembaga. Apresiasi ini mencerminkan kinerja pemerintah daerah yang tidak hanya berhenti pada level kebijakan, tetapi juga diwujudkan melalui peningkatan pelayanan publik, pengentasan kemiskinan, dan pemberdayaan perempuan.
[–>
Di sektor pelayanan publik, Bupati Jember, Gus Fawait, meraih PWI Jatim Award 2026 kategori Tokoh Daerah Peningkatan Layanan Publik. Penghargaan ini diberikan dalam rangkaian Hari Pers Nasional 2026 dan HUT ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, yang digelar di Dyandra Convention Center, Kamis, 16 April 2026.
Desplácese hacia abajo para continuar leyendo
«Alhamdulillah, terima kasih kepada PWI Jawa Timur atas penghargaan ini. Ini adalah vitamin bagi kami semua untuk bekerja lebih giat dan lebih semangat lagi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Jember,» ujar Gus Fawait.
[–>
Gus Fawait memaparkan tiga program unggulan yang menjadi motor penggerak perubahan di Jember, yakni Universal Health Coverage (UHC) Prioritas, Pelayanan Tuntas Cetak KTP di Kecamatan (Peta Cinta), dan Wadul Gus’e.
Gus Fawait menyatakan bahwa UHC prioritas merupakan program yang menjamin seluruh warga Jember, khususnya bagi warga kurang mampu untuk mendapatkan akses pengobatan gratis di berbagai rumah sakit di seluruh Indonesia.
[–>
Sementara itu, Peta Cinta dirancang untuk menghapus sekat birokrasi antara warga kota dan desa. Melalui program ini, layanan administrasi kependudukan seperti pencetakan KTP dan Kartu Keluarga kini bisa diselesaikan langsung di kantor kecamatan tanpa harus jauh-jauh ke pusat kota.
Lalu program Wadul Gus’e, sebuah platform komunikasi langsung yang memangkas jarak antara rakyat dan bupati. Melalui program ini, warga dapat menyampaikan keluh kesah hingga ide-ide segar secara langsung kepada pemimpinnya untuk perbaikan layanan di semua level.
Gus Fawait menekankan bahwa ketersediaan logistik layanan seperti blangko KTP di kecamatan, akan terus dipastikan aman guna mendukung kelancaran program Peta Cinta. Dia juga berharap masyarakat semakin aktif memberikan kontribusi pemikiran melalui kanal yang telah disediakan.
Bupati Jember Muhammad Fawait saat meluncurkan program Peta Cinta (Pelayanan Tuntas Cetak KTP) di Kantor Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, pada Senin, 5 Januari 2026. Dok. Pemkab Jember
Selanjutnya, pada upaya pengentasan kemiskinan, Gus Fawait meraih penghargaan pada kategori Penguat Demokrasi, dengan sub-kategori spesifik sebagai Tokoh Pengentasan Kemiskinan Berbasis Akselerasi Pembangunan. Penghargaan tersebut diberikan dalam peringatan HUT ke-20 Beritajatim.com, yang digelar di Grand City, Jalan Gubeng, Surabaya, pada Selasa, 21 April 2026.
Penghargaan ini diberikan atas capaian signifikan Pemkab Jember dalam menekan angka kemiskinan melalui validasi data dan kerja lapangan yang masif. Gus Fawait menegaskan bahwa prestasi ini bukanlah pencapaian individu, melainkan buah kerja keras seluruh jajaran pemerintahan, terutama para ASN yang bersinergi tanpa sekat.
«Saya persembahkan penghargaan ini kepada seluruh jajaran Pemerintahan Kabupaten Jember, para ASN yang hari ini turun ke bawah untuk bahu-membahu. Tidak melihat asal mereka, apakah guru, nakes, atau yang lain, semua bersatu untuk memastikan data kemiskinan ekstrem di Jember benar-benar valid,» ujar Gus Fawait.
Gus Fawait menambahkan bahwa keakuratan data adalah pondasi utama agar intervensi pembangunan tepat sasaran sehingga anggaran yang dikucurkan benar benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan.
Ia menyadari bahwa kemiskinan merupakan persoalan fundamental yang memicu rantai masalah sosial lain di Jawa Timur, khususnya di Jember. Menurut dia, keberhasilan menekan angka kemiskinan akan berdampak linear pada perbaikan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
«Kita tahu bahwa kemiskinan ini mengakibatkan banyak masalah lain, mulai dari angka stunting, angka kematian ibu dan bayi, hingga tindak kriminalitas. Ujung dari semua masalah itu adalah faktor kemiskinan,» jelasnya.
Meski pada tahun 2025 performa penurunan kemiskinan di Jember tercatat sebagai salah satu yang terbaik di Jawa Timur dan wilayah Tapal Kuda, Gus Fawait menegaskan pihaknya tidak akan cepat berpuas diri. Dia telah menyiapkan strategi jangka pendek, menengah, hingga panjang untuk melakukan lompatan besar.
«Harapan saya, angka kemiskinan di Jember bisa di bawah angka psikologis 200 ribu. Selama 10 tahun terakhir, jumlah kemiskinan absolut selalu di atas angka tersebut. Saya bersama seluruh OPD dan tim akan bekerja maksimal untuk menembus target ini.”
Bupati Jember Muhammad Fawait menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCT) tahun 2025 kepada para pekerja tembakau secara simbolis di halaman Pabrik Bin Cigar, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, pada Jumat, 28 November 2025. Dok. Pemkab Jember
Di sis lain, dalam upaya pemberdayaa perempuan, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Jember, Ning Ghyta Eka Puspita, berhasil meraih penghargaan kategori Puspa Cita dalam ajang Anugerah Puspa Bangsa 2026, pada Selasa, 21 April 2026.
Kategori Puspa Cita sendiri diberikan kepada Ketua Tim Penggerak PKK tingkat kabupaten/kota yang dinilai berhasil menggerakkan pemberdayaan keluarga dan masyarakat.
Bagi Ning Ghyta, penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan bentuk pengakuan atas gerakan pemberdayaan perempuan yang tumbuh dari masyarakat. Melalui peran aktifnya di Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember, ia mengedepankan pendekatan kolaboratif dengan menempatkan keluarga sebagai pusat perubahan.
“Bagi saya, banyak persoalan di daerah berakar dari keluarga. Karena itu PKK hadir untuk mendampingi, membersamai, dan menguatkan perempuan agar mampu menjadi penggerak dari lingkup terkecil,” ujarnya.
Salah satu program unggulan yang diinisiasi adalah Mlijo Cinta, yang terintegrasi dengan Dekranasda sebagai ruang konsultasi dan pendampingan bagi pelaku usaha perempuan. Program ini memberikan layanan mulai dari pengurusan izin usaha, pengembangan desain produk, hingga strategi pengemasan, sehingga menjadi semacam “klinik usaha” bagi perempuan yang ingin berkembang.
Selain itu, Ning Ghyta juga memperkuat program 1200 tenaga kesehatan melalui sinergi lintas sektor. Dalam hal ini, PKK berperan sebagai jembatan antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak. Ia menegaskan bahwa keberhasilan berbagai program tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, organisasi perempuan, hingga komunitas seperti Pramuka.
Dalam kesempatan tersebut, Ning Ghyta turut menyampaikan bahwa penghargaan yang diraihnya merupakan milik bersama seluruh perempuan di Kabupaten Jember. “Penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh perempuan luar biasa di Kabupaten Jember, khususnya para kader PKK, kader posyandu, dan anggota Dekranasda yang telah bekerja dengan sepenuh hati,” katanya.
Ning Ghyta pun mengajak perempuan Indonesia, khususnya di Kabupaten Jember, untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan kemajuan zaman. “Jadilah versi terbaik dari diri sendiri. Manfaatkan teknologi untuk hal-hal yang membawa kebaikan. Perempuan memiliki peran luar biasa dalam membentuk generasi masa depan, baik di ruang publik maupun dalam keluarga.”
Deretan penghargaan ini tak sekadar menjadi prestasi, tetapi juga penegas bahwa langkah pembangunan di Jember terus bergerak ke arah yang lebih berdampak dan inklusif bagi masyarakat. (*)
💡 Puntos Clave
- Este artículo cubre aspectos importantes sobre
- Información verificada y traducida de fuente confiable
- Contenido actualizado y relevante para nuestra audiencia
📚 Información de la Fuente
| 📰 Publicación: | nasional.tempo.co |
| ✍️ Autor: | |
| 📅 Fecha Original: | 2026-04-22 09:53:00 |
| 🔗 Enlace: | Ver artículo original |
Nota de transparencia: Este artículo ha sido traducido y adaptado del inglés al español para facilitar su comprensión. El contenido se mantiene fiel a la fuente original, disponible en el enlace proporcionado arriba.
📬 ¿Te gustó este artículo?
Tu opinión es importante para nosotros. Comparte tus comentarios o suscríbete para recibir más contenido histórico de calidad.



