Hidayat: Es casi seguro que la revancha del LCC MPR en Kalimantan Occidental será cancelada

 |

📂 Categoría: | 📅 Fecha: 1778922509

🔍 En este artículo:

WAKIL Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Hidayat Nur Wahid mengatakan, rencana pertandingan ulang lomba cerdas cermat empat pilar di Kalimantan Barat terancam gagal dihelat setelah SMA Negeri 1 Pontianak menolak berpartisipasi. Namun, keputusan akhir soal rencana itu baru akan diputuskan dalam rapat pimpinan MPR pekan depan.

[–>

«Sangat masuk akal kalau SMA Negeri 1 Pontianak tidak mau, sekalipun SMA Negeri Sambas tidak menolak gitu ya, tentu ya hampir pasti tidak diselenggarakan. Tapi kan ini keputusan lembaga yang harus diputuskan di lembaga,» kata Hidayat saat dihubungi pada Jumat, 15 Mei 2026.

Desplácese hacia abajo para continuar leyendo

Politikus Partai Keadilan Sejahtera itu menjelaskan, MPR memutuskan pengulangan final LCC empat pilar di Kalimantan Barat karena mendengarkan masukan dan kritik dari masyarakat. Kemudian, dengan adanya penolakan dari SMA Negeri 1 Pontianak maka itu menjadi pertimbangan baru bagi MPR.

[–>

Hidayat menyatakan MPR menghormati keputusan SMA Negeri 1 Pontianak. Bahkan, kata dia, sebelum keputusan itu disampaikan secara terbuka, perwakilan sekolah telah menyampaikan terlebih dulu ke Sekretaris Jenderal MPR Siti Fauziah. Menurut dia, MPR menekankan proses evaluasi yang menegakkan prinsip keadilan dan kemaslahatan.

«Insyaallah kita akan memutuskan yang terbaik sesuai dengan aspirasi dari masyarakat yang ada, termasuk tentu sikap dari SMA Negeri 1 Pontianak,» tutur dia.

[–>

Melalui unggahan di akun media sosial Instagram @smansaptk.informasi Kepala Sekolah SMAN 1 Pontianak Indang Maryati mengatakan, menghormati dan mendukung hasil LCC yang menetapkan SMAN 1 Sambas sebagai wakil Kalimantan Barat dalam LCC tingkat nasional.

Indang melanjutkan, SMAN 1 Pontianak juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi, serta mengajak seluruh pihak untuk menyelesaikan persoalan ini dengan semangat kebersamaan, saling menghargai, dan menjunjung tinggi nilai persatuan.

Ia mengatakan, SMAN 1 Pontianak sejak awal tidak pernah memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan.

Apa yang dilakukan SMAN 1 Pontianak, Indang menuturkan, merupakan langkah yang diambil sebagai bagian dari ikhtiar untuk memperoleh konfirmasi dan klarifikasi demi terwujudnya pelaksanaan dan mekanisme kompetisi yang transparan, objektif, dan akuntabel.

Indang menegaskan, sekolahnya juga tidak pernah memiliki tujuan untuk menyerang maupun menjatuhkan kredibilitas lembaga, penyelenggara, maupun individu tertentu dalam kompetisi LCC ini.

Karenanya, ia memohon kepada seluruh pihak, agar ke depan dapat tercipta iklim pendidikan yang kondusif, aman, dan nyaman bagi semua.

«SMAN 1 Pontianak menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian, dukungan, serta kepedulian berbagai pihak dalam menyikapi kondisi ini,» ujar Indang.

Sebelumnya, Ketua MPR Ahmad Muzani mengatakan, lembaganya akan menggelar ulang final LCC empat pilar di Kalimantan Barat. «Dewan juri yang akan mengadili dalam LCC tersebut adalah juri independen,» kata Muzani di Gedung Nusantara III, Jakarta pada Rabu.

Adapun, LCC MPR di Kalimantan Barat menuai polemik kala dewan juri tidak memberikan penilaian yang adil kepada dua kelompok regu peserta di laga final pada 9, Mei kemarin.

Kejadian ini bermula ketika tiga peserta final, yaitu SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau berebut menjawab pertanyaan ‘DPR dalam memilih anggota BPK wajib memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?’.

Regu C SMAN 1 Pontianak menjawab pertama kali dengan mengatakan, anggota BPK dipilih oleh DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD dan diresmikan oleh Presiden.

Dewan juri menilai jawaban itu kurang tepat sehingga memberikan nilai minus 5. Pertanyaan yang sama kemudian dilempar kembali ke forum, dan Regu B yakni SMAN 1 Sambas mengambil kesempatan dengan menjawab bahwa anggota BPK dipilih oleh DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD dan diresmikan oleh Presiden.

Dewan juri memutuskan jawaban itu benar dan menganugerahi SMAN 1 Sambas 10 poin. Hal ini kemudian diprotes oleh peserta dari SMAN 1 Pontianak yang lebih dulu memberikan jawaban yang sama.

Namun dewan juri beralasan SMAN 1 Pontianak tidak menyebutkan kata “pertimbangan DPD”. Alasan tersebut dibantah oleh peserta regu C.

Salah satu anggota dewan juri, Indri Wahyuni, menyoroti pentingnya akurasi dari artikulasi peserta saat menyampaikan jawaban. Indri Wahyuni menjabat sebagai Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR.

«Artikulasi itu penting. Dewan juri menilai berdasarkan apa yang terdengar jelas. Kalau tidak terdengar, maka juri berhak memberikan pengurangan nilai,» ujar Indri.

Andi Adam Faturahman berkontribusi dalam tulisan ini 

WAKIL Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Hidayat Nur Wahid mengatakan, rencana pertandingan ulang lomba cerdas cermat empat pilar di Kalimantan Barat terancam gagal dihelat setelah SMA Negeri 1 Pontianak menolak berpartisipasi. Namun, keputusan akhir soal rencana itu baru akan diputuskan dalam rapat pimpinan MPR pekan depan.

[–>

«Sangat masuk akal kalau SMA Negeri 1 Pontianak tidak mau, sekalipun SMA Negeri Sambas tidak menolak gitu ya, tentu ya hampir pasti tidak diselenggarakan. Tapi kan ini keputusan lembaga yang harus diputuskan di lembaga,» kata Hidayat saat dihubungi pada Jumat, 15 Mei 2026.

Desplácese hacia abajo para continuar leyendo

Politikus Partai Keadilan Sejahtera itu menjelaskan, MPR memutuskan pengulangan final LCC empat pilar di Kalimantan Barat karena mendengarkan masukan dan kritik dari masyarakat. Kemudian, dengan adanya penolakan dari SMA Negeri 1 Pontianak maka itu menjadi pertimbangan baru bagi MPR.

[–>

Hidayat menyatakan MPR menghormati keputusan SMA Negeri 1 Pontianak. Bahkan, kata dia, sebelum keputusan itu disampaikan secara terbuka, perwakilan sekolah telah menyampaikan terlebih dulu ke Sekretaris Jenderal MPR Siti Fauziah. Menurut dia, MPR menekankan proses evaluasi yang menegakkan prinsip keadilan dan kemaslahatan.

«Insyaallah kita akan memutuskan yang terbaik sesuai dengan aspirasi dari masyarakat yang ada, termasuk tentu sikap dari SMA Negeri 1 Pontianak,» tutur dia.

[–>

Melalui unggahan di akun media sosial Instagram @smansaptk.informasi Kepala Sekolah SMAN 1 Pontianak Indang Maryati mengatakan, menghormati dan mendukung hasil LCC yang menetapkan SMAN 1 Sambas sebagai wakil Kalimantan Barat dalam LCC tingkat nasional.

Indang melanjutkan, SMAN 1 Pontianak juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi, serta mengajak seluruh pihak untuk menyelesaikan persoalan ini dengan semangat kebersamaan, saling menghargai, dan menjunjung tinggi nilai persatuan.

Ia mengatakan, SMAN 1 Pontianak sejak awal tidak pernah memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan.

Apa yang dilakukan SMAN 1 Pontianak, Indang menuturkan, merupakan langkah yang diambil sebagai bagian dari ikhtiar untuk memperoleh konfirmasi dan klarifikasi demi terwujudnya pelaksanaan dan mekanisme kompetisi yang transparan, objektif, dan akuntabel.

Indang menegaskan, sekolahnya juga tidak pernah memiliki tujuan untuk menyerang maupun menjatuhkan kredibilitas lembaga, penyelenggara, maupun individu tertentu dalam kompetisi LCC ini.

Karenanya, ia memohon kepada seluruh pihak, agar ke depan dapat tercipta iklim pendidikan yang kondusif, aman, dan nyaman bagi semua.

«SMAN 1 Pontianak menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian, dukungan, serta kepedulian berbagai pihak dalam menyikapi kondisi ini,» ujar Indang.

Sebelumnya, Ketua MPR Ahmad Muzani mengatakan, lembaganya akan menggelar ulang final LCC empat pilar di Kalimantan Barat. «Dewan juri yang akan mengadili dalam LCC tersebut adalah juri independen,» kata Muzani di Gedung Nusantara III, Jakarta pada Rabu.

Adapun, LCC MPR di Kalimantan Barat menuai polemik kala dewan juri tidak memberikan penilaian yang adil kepada dua kelompok regu peserta di laga final pada 9, Mei kemarin.

Kejadian ini bermula ketika tiga peserta final, yaitu SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau berebut menjawab pertanyaan ‘DPR dalam memilih anggota BPK wajib memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?’.

Regu C SMAN 1 Pontianak menjawab pertama kali dengan mengatakan, anggota BPK dipilih oleh DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD dan diresmikan oleh Presiden.

Dewan juri menilai jawaban itu kurang tepat sehingga memberikan nilai minus 5. Pertanyaan yang sama kemudian dilempar kembali ke forum, dan Regu B yakni SMAN 1 Sambas mengambil kesempatan dengan menjawab bahwa anggota BPK dipilih oleh DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD dan diresmikan oleh Presiden.

Dewan juri memutuskan jawaban itu benar dan menganugerahi SMAN 1 Sambas 10 poin. Hal ini kemudian diprotes oleh peserta dari SMAN 1 Pontianak yang lebih dulu memberikan jawaban yang sama.

Namun dewan juri beralasan SMAN 1 Pontianak tidak menyebutkan kata “pertimbangan DPD”. Alasan tersebut dibantah oleh peserta regu C.

Salah satu anggota dewan juri, Indri Wahyuni, menyoroti pentingnya akurasi dari artikulasi peserta saat menyampaikan jawaban. Indri Wahyuni menjabat sebagai Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR.

«Artikulasi itu penting. Dewan juri menilai berdasarkan apa yang terdengar jelas. Kalau tidak terdengar, maka juri berhak memberikan pengurangan nilai,» ujar Indri.

Andi Adam Faturahman berkontribusi dalam tulisan ini 

💡 Puntos Clave

  • Este artículo cubre aspectos importantes sobre
  • Información verificada y traducida de fuente confiable
  • Contenido actualizado y relevante para nuestra audiencia

📚 Información de la Fuente

📰 Publicación: nasional.tempo.co
✍️ Autor:
📅 Fecha Original: 2026-05-16 07:26:00
🔗 Enlace: Ver artículo original

Nota de transparencia: Este artículo ha sido traducido y adaptado del inglés al español para facilitar su comprensión. El contenido se mantiene fiel a la fuente original, disponible en el enlace proporcionado arriba.

📬 ¿Te gustó este artículo?

Tu opinión es importante para nosotros. Comparte tus comentarios o suscríbete para recibir más contenido histórico de calidad.

💬 Dejar un comentario